BERITAFAJAR.co - Semburan lumpur campur blerang dan gas akibat pengeboran kembali menggegerkan warga di ujung timur pulau Madura. Sebab, l...
BERITAFAJAR.co - Semburan lumpur campur blerang dan gas akibat pengeboran kembali menggegerkan warga di ujung timur pulau Madura. Sebab, lumpur itu dikhawatirkan bisa membuat rumah warga yang dekat lokasi amblas, seperti kejadian Lumpur Lapindo Sidoarjo yang hingga kini belum teratasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, semburan lumpur itu terjadi di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Hingga kini, terus keluar seperti air mendidih. Lumpur itu, terlihat berwarna agak putih. Tercium bau blerang dan gas.
Semburan lumpur ini berawal, saat Sunawi, warga setempat melakukan pengeboran mencari air bersih. Penggalian bor pertama kali dilakukan di sebelah barat rumahnya. Lokasinya, sekitar seratus meter dari rumahnya.
Waktu itu, ketika proses pengeboran mencapai kedalaman 34 meter, tiba-tiba keluar gas. Karena khawatir membahayakan, dia kemudian terpaksa menghentikan pengeboran di sebelah barat rumahnya.
Namun, dia tidak berhenti mencari air bersih. Lalu pindah melakukan pengeboran di halaman rumahnya.
”Ketika pengeboran mencapai kedalaman 31 meter, tiba-tiba keluar semburan lumpur campur blerang. Makanya, pengeboran juga terpaksa dihentikan karena takut berbahaya,” ujarnya.
Peristiwa itu, mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah warga, khawatir semburan yang terus-menerus itu mengancam keselamatan warga dan bisa membuat tanah amblas seperti yang terjadi Lumpur Lapindo.
”Kami sangat khawatir bila tidak segera diatasi. Semoga bisa segera teratasi,” ujar Haniya, warga lainnya.
Sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi di Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan. Di Wilayah itu, justru mengeluarkan gas. Sebab, ketika di bakar dengan korek api, langsung mengeluarkan api. Hingga saat ini, masih dalam proses penelitian.
Berdasarkan catatan, selama tahun 2016, di Kabupaten Sumenep sudah terdapat tiga lokasi semburan gas akibat pengeboran yang dilakukan warga untuk mencari air bersih. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan pantauan di lokasi, semburan lumpur itu terjadi di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Hingga kini, terus keluar seperti air mendidih. Lumpur itu, terlihat berwarna agak putih. Tercium bau blerang dan gas.
Semburan lumpur ini berawal, saat Sunawi, warga setempat melakukan pengeboran mencari air bersih. Penggalian bor pertama kali dilakukan di sebelah barat rumahnya. Lokasinya, sekitar seratus meter dari rumahnya.
Waktu itu, ketika proses pengeboran mencapai kedalaman 34 meter, tiba-tiba keluar gas. Karena khawatir membahayakan, dia kemudian terpaksa menghentikan pengeboran di sebelah barat rumahnya.
Namun, dia tidak berhenti mencari air bersih. Lalu pindah melakukan pengeboran di halaman rumahnya.
”Ketika pengeboran mencapai kedalaman 31 meter, tiba-tiba keluar semburan lumpur campur blerang. Makanya, pengeboran juga terpaksa dihentikan karena takut berbahaya,” ujarnya.
Peristiwa itu, mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah warga, khawatir semburan yang terus-menerus itu mengancam keselamatan warga dan bisa membuat tanah amblas seperti yang terjadi Lumpur Lapindo.
”Kami sangat khawatir bila tidak segera diatasi. Semoga bisa segera teratasi,” ujar Haniya, warga lainnya.
Sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi di Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan. Di Wilayah itu, justru mengeluarkan gas. Sebab, ketika di bakar dengan korek api, langsung mengeluarkan api. Hingga saat ini, masih dalam proses penelitian.
Berdasarkan catatan, selama tahun 2016, di Kabupaten Sumenep sudah terdapat tiga lokasi semburan gas akibat pengeboran yang dilakukan warga untuk mencari air bersih. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR