BERITAFAJAR.co – Pelaku peledakan bom melotov di Gereja Oikumene Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur, tel...
BERITAFAJAR.co – Pelaku peledakan bom melotov di Gereja Oikumene Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur, telah ditangkap Polisi. Pelaku ditangkap dalam kondisi luka, mengenakan kaos bertuliskan 'Jihad Way of Life'.
Informasinya, ledakan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene, sekitar pukul 10.30 WITa, Minggu (13/11/2016) ketika jamaat sedang beribadah. Akibatnya, asap putih tebal nampak membumbung di halaman depan gereja. Sejumlah motor terlihat hancur berantakan.
Selain itu, Jemaat gereja nampak berhamburan keluar gereja. Akibat peristiwa ini, menurut William, saksi mata setidaknya ada 5 orang anak yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Tiga orang di antaranya disebut luka parah.
"Anak-anak itu sedang bermain di luar gereja saat ibadah tengah berlangsung," ujar William.
William menyebut, jemaat gereja dan warga telah meringkus seorang pria yang diduga melempar bom molotov itu. Kapolda Kaltim Irjen (Pol) Safaruddin saat dikonfirmasi via telepon membenarkan bahwa pelaku sudah ditangkap.
Polisi saat ini sudah melakukan sterilisasi dan meningkatkan penjagaan di Gereja Oikumene tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kapolres Samarinda, Kombes Pol. Setyo Budhi mengatakan pelaku sudah diamankan, "4 korban sama 4 motor terbakar di halaman gereja, satu pelaku sudah diamankan lagi diperiksa dan mengalami luka. Kondisi pelaku masih sadar," katanya seperti dilansir dari TIMESIndonesia
Kapolres menjelaskan pelaju sudah dibawa ke Mapolres dan sekarang sedang dirawat luka nya. Pelaku tersebut melempar bom molotov ke gereja menggunakan motornya sekitar pukul 10.30 WITA. Ledakan mengakibatkan empat orang jadi korban, salah satunya balita terluka.
Polisi saat ini berada di lokasi melakukan pengamanan. Warga sekitar masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan motor yang rusak masih berada di depan gereja. (*)
Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Ibnu Toha
Informasinya, ledakan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene, sekitar pukul 10.30 WITa, Minggu (13/11/2016) ketika jamaat sedang beribadah. Akibatnya, asap putih tebal nampak membumbung di halaman depan gereja. Sejumlah motor terlihat hancur berantakan.
Selain itu, Jemaat gereja nampak berhamburan keluar gereja. Akibat peristiwa ini, menurut William, saksi mata setidaknya ada 5 orang anak yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Tiga orang di antaranya disebut luka parah.
"Anak-anak itu sedang bermain di luar gereja saat ibadah tengah berlangsung," ujar William.
William menyebut, jemaat gereja dan warga telah meringkus seorang pria yang diduga melempar bom molotov itu. Kapolda Kaltim Irjen (Pol) Safaruddin saat dikonfirmasi via telepon membenarkan bahwa pelaku sudah ditangkap.
Polisi saat ini sudah melakukan sterilisasi dan meningkatkan penjagaan di Gereja Oikumene tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kapolres Samarinda, Kombes Pol. Setyo Budhi mengatakan pelaku sudah diamankan, "4 korban sama 4 motor terbakar di halaman gereja, satu pelaku sudah diamankan lagi diperiksa dan mengalami luka. Kondisi pelaku masih sadar," katanya seperti dilansir dari TIMESIndonesia
Kapolres menjelaskan pelaju sudah dibawa ke Mapolres dan sekarang sedang dirawat luka nya. Pelaku tersebut melempar bom molotov ke gereja menggunakan motornya sekitar pukul 10.30 WITA. Ledakan mengakibatkan empat orang jadi korban, salah satunya balita terluka.
Polisi saat ini berada di lokasi melakukan pengamanan. Warga sekitar masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan motor yang rusak masih berada di depan gereja. (*)
Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR