BERITAFAJAR.co – Sebanyak 16 perguruan tinggi dalam kegiatan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2016 menyepakati untuk m...
BERITAFAJAR.co – Sebanyak 16 perguruan tinggi dalam kegiatan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2016 menyepakati untuk membentuk Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) sebagai wadah aktivitas yang akan dilaksanakan sepanjang 2017.
Kesepakatan tersebut di Kampus Pascasarjana IAIN Manado, sebagai menjadi tuan rumah IPRC 2016. Kegiatan itu, baru pertama diadakan dengan kolaborasi IAIN Manado, STAIN Sorong, Universitas Airlangga, dan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.
Rektor IAIN Manado, DR. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si., mengemukakan, inisiatif ini menjadi awal untuk melakukan kolaborasi antarbangsa. Sebagaimana keberadaan perguruan tinggi yang menjadi dinamisator bagi kemajuan masyarakat yang memerlukan penelitian.
”Maka studi-studi keagamaan tidak hanya sampai pada publikasi saja,” terangnya.
Sementara, Direktur Pascasarjana IAIN Manado, DR. H. Rivai Bolotio mengatakan, prakarsa ini merupakan bagian dari pengembangan akademik dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Dr H. Ahmad Rajafi, panitia pelaksana kegiatan IPRC menyatakan, sebagai ikhtiar pascasarjana IAIN Manado untuk memberikan ajang mahasiswa pascasarjana dalam mempresentasikan hasil penelitian yang mereka lakukan.
”Sekaligus mahasiswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan kolega mereka dari sesama mahasiswa pascasarjana,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, hadir dalam kesempatan tersebut, perguruan tinggi lintas wilayah. Bersama-sama dengan IAIN Manado hadir pula IAIN Gorontalo, IAIN Palangka Raya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sam Ratulangi, STAIN Sorong, Universitas Kanjuruhan Malang, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Utara Malaysia, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
Kesepakatan tersebut di Kampus Pascasarjana IAIN Manado, sebagai menjadi tuan rumah IPRC 2016. Kegiatan itu, baru pertama diadakan dengan kolaborasi IAIN Manado, STAIN Sorong, Universitas Airlangga, dan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.
Rektor IAIN Manado, DR. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si., mengemukakan, inisiatif ini menjadi awal untuk melakukan kolaborasi antarbangsa. Sebagaimana keberadaan perguruan tinggi yang menjadi dinamisator bagi kemajuan masyarakat yang memerlukan penelitian.
”Maka studi-studi keagamaan tidak hanya sampai pada publikasi saja,” terangnya.
Sementara, Direktur Pascasarjana IAIN Manado, DR. H. Rivai Bolotio mengatakan, prakarsa ini merupakan bagian dari pengembangan akademik dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Dr H. Ahmad Rajafi, panitia pelaksana kegiatan IPRC menyatakan, sebagai ikhtiar pascasarjana IAIN Manado untuk memberikan ajang mahasiswa pascasarjana dalam mempresentasikan hasil penelitian yang mereka lakukan.
”Sekaligus mahasiswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan kolega mereka dari sesama mahasiswa pascasarjana,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, hadir dalam kesempatan tersebut, perguruan tinggi lintas wilayah. Bersama-sama dengan IAIN Manado hadir pula IAIN Gorontalo, IAIN Palangka Raya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sam Ratulangi, STAIN Sorong, Universitas Kanjuruhan Malang, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Utara Malaysia, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR