BERITAFAJAR.co - Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, KH. Mohammad Taufiqurrahman FM berjanji akan mempertaru...
BERITAFAJAR.co - Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, KH. Mohammad Taufiqurrahman FM berjanji akan mempertaruhkan lembaganya itu, jika Ponpes yang akan dibangun didekat Water Park Sumekar (WPS) itu mengandung ajaran sesat atau menganut aliran Wahabi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan Warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Sumenep, menghentikan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-qur'an Yayasan Wadi Mobaroq. Sebab, warga menilai mengandung dan mengembangkan ajaran Wahabi.
Penasehat PP. Tahfidz Al-qur'an Yayasan Wani Mobaroq KH. Mohammad Taufiqurrahman FM, menegaskan, pembangunan Pesantren yang berada didekat WPS itu sama sekali tidak ada ajaran yang menyimpang dari ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA).
"Tidak setujunya warga itu karena ada provokator dari pihak WPS, padahal kami sudah musyawarah dengan masyarakat sekitar, mereka memahami dan setuju" ungkapnya.
Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng itu mempertaruhkan pesantrennya, jika pondok yang dekat WPS itu mengajarkan aliran sesat.
"Saya itu diancam bahkan warga sampai memgeluarkan pisau kepada saya, walaupun demikian, kami tetap melanjutkan untuk mendirikan pesantren disana" tegasnya.
Sementara, Pemilik Water Park Sumekar, H. Latif, mengaku tidak tahu terkait ratusan warga yang telah menghentikan pembangunan Pondok Pesantren.
"Saya tidak tau mas, beberapa hari saya berada diluar kota, kalau ada yang bilang ratusan warga tersebut hasil provokator dari pihak WPS, hal itu salah" ujarnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, rencana pembangunan Ponpes Tahfiz Al-Quran itu, merupakan cabang dari salah satu pesantren di wilayah Bogor. Pesantren tersebut ditengarai aliran dananya dari kaum Wahabi.
Aliran Wahabi merupakan salah satu sakte Yahudi yang dalam ajaran dan sikapnya mirip dengan ajaran Islam. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan Warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Sumenep, menghentikan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-qur'an Yayasan Wadi Mobaroq. Sebab, warga menilai mengandung dan mengembangkan ajaran Wahabi.
Penasehat PP. Tahfidz Al-qur'an Yayasan Wani Mobaroq KH. Mohammad Taufiqurrahman FM, menegaskan, pembangunan Pesantren yang berada didekat WPS itu sama sekali tidak ada ajaran yang menyimpang dari ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA).
"Tidak setujunya warga itu karena ada provokator dari pihak WPS, padahal kami sudah musyawarah dengan masyarakat sekitar, mereka memahami dan setuju" ungkapnya.
Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng itu mempertaruhkan pesantrennya, jika pondok yang dekat WPS itu mengajarkan aliran sesat.
"Saya itu diancam bahkan warga sampai memgeluarkan pisau kepada saya, walaupun demikian, kami tetap melanjutkan untuk mendirikan pesantren disana" tegasnya.
Sementara, Pemilik Water Park Sumekar, H. Latif, mengaku tidak tahu terkait ratusan warga yang telah menghentikan pembangunan Pondok Pesantren.
"Saya tidak tau mas, beberapa hari saya berada diluar kota, kalau ada yang bilang ratusan warga tersebut hasil provokator dari pihak WPS, hal itu salah" ujarnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, rencana pembangunan Ponpes Tahfiz Al-Quran itu, merupakan cabang dari salah satu pesantren di wilayah Bogor. Pesantren tersebut ditengarai aliran dananya dari kaum Wahabi.
Aliran Wahabi merupakan salah satu sakte Yahudi yang dalam ajaran dan sikapnya mirip dengan ajaran Islam. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR