SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Pendirian Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) di Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sume...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Pendirian Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) di Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperoleh respon cukup positif dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Pada pelaksanaan peletakan batu pertama SMP NU, Kamis (26/5/2016), oleh wakil Gubenur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wabup Sumenep, Achmad Fauzi disaksikan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, dan ratusan warga setempat.
Disela-sela peletakan batu pertama SMP NU, Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma mengatakan, akan memberikan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah tersebut, sebesar Rp 100 Juta.
”Setelah mendapatkan persetujuan dan permintaan dari Wakil Bupati Sumenep, pemerintah daerah akan menyediakan anggaran sebesar Rp 100 Juta untuk SMP NU dari DAK,” ujar Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, disambut tepuk tangan warga setempat.
Seperti diketahui, SMP NU didirikan atas inisiatif dari Kepala Desa Pancor, Kecamatan Gayam, H Muhammad Saleh. Ia mendirikan SMP NU tanpa bantuan siapapun. Biaya bangunan untuk mendirikan sekolah, dia mengeluarkan dari sakunya sendiri. Baginya, hanya terpatri dalam hati bahwa warga pulau harus berpendidikan dan tidak boleh tertinggal. (*)
Pada pelaksanaan peletakan batu pertama SMP NU, Kamis (26/5/2016), oleh wakil Gubenur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wabup Sumenep, Achmad Fauzi disaksikan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, dan ratusan warga setempat.
Disela-sela peletakan batu pertama SMP NU, Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma mengatakan, akan memberikan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah tersebut, sebesar Rp 100 Juta.
”Setelah mendapatkan persetujuan dan permintaan dari Wakil Bupati Sumenep, pemerintah daerah akan menyediakan anggaran sebesar Rp 100 Juta untuk SMP NU dari DAK,” ujar Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, disambut tepuk tangan warga setempat.
Seperti diketahui, SMP NU didirikan atas inisiatif dari Kepala Desa Pancor, Kecamatan Gayam, H Muhammad Saleh. Ia mendirikan SMP NU tanpa bantuan siapapun. Biaya bangunan untuk mendirikan sekolah, dia mengeluarkan dari sakunya sendiri. Baginya, hanya terpatri dalam hati bahwa warga pulau harus berpendidikan dan tidak boleh tertinggal. (*)
KOMENTAR