BERITAFAJAR.co – Menyambut hari santri Nasional 22 Oktober, Pengurus Wakil Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PWC ISNU) Kecamatan Ruba...
BERITAFAJAR.co – Menyambut hari santri Nasional 22 Oktober, Pengurus Wakil Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PWC ISNU) Kecamatan Rubaru, menggelar Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari di Kantor MWC NU Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Berdasarkan pantauan BeritaFajar, Kamis (20/10/2016), terlihat ratusan sarjanan se wilayah Kecamatan Rubaru, menghadiri kegiatan yang bertempat di Kantor MWC NU Kecamatan Rubaru. Bahkan, seluruh banum NU, MWC NU dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimpka) Kecamatan Rubaru ikut hadir.
Salah satu pemateri, K Dardiri Zubairi mengatakan, kalangan santri harus bisa menjaga keutuhan NKRI. Berbagai cara yang dilakukan untuk menghancurkan Indonesia, maka santri harus menjadi garda terdepan.
”Apalah arti NKRI harga mati, jika kita tidak bisa benar-benar menjaga keutuhan tersebut. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan kalangan pesantren, tidak lepas dari perjuangan dari kalangan ulama,” tandas A Dardiri.
Sementara itu, Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha mengatakan, mengambil tema tersebut dalam rangka menyambut hari santri nasional karena menginginkan seluruh sarjana di Kecamatan Rubaru, memiliki pemahaman komprehensif soal resolusi jihad dan tentang Hari Santri Nasional.
Salah satu wakil dari Mapolsek Rubaru, Bripka Chatibul Umam, mengatakan sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Sebab, diharapkan pemuda NU bersama dengan aparat kepolisian untuk bekerjasma dalam pemberantasan narkoba.
”Kami sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Kami bersama dengan TNI akan bersinergi dengan ISNU Rubaru demi perbaikan moral generasi muda dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan pantauan BeritaFajar, Kamis (20/10/2016), terlihat ratusan sarjanan se wilayah Kecamatan Rubaru, menghadiri kegiatan yang bertempat di Kantor MWC NU Kecamatan Rubaru. Bahkan, seluruh banum NU, MWC NU dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimpka) Kecamatan Rubaru ikut hadir.
Salah satu pemateri, K Dardiri Zubairi mengatakan, kalangan santri harus bisa menjaga keutuhan NKRI. Berbagai cara yang dilakukan untuk menghancurkan Indonesia, maka santri harus menjadi garda terdepan.
”Apalah arti NKRI harga mati, jika kita tidak bisa benar-benar menjaga keutuhan tersebut. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan kalangan pesantren, tidak lepas dari perjuangan dari kalangan ulama,” tandas A Dardiri.
Sementara itu, Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha mengatakan, mengambil tema tersebut dalam rangka menyambut hari santri nasional karena menginginkan seluruh sarjana di Kecamatan Rubaru, memiliki pemahaman komprehensif soal resolusi jihad dan tentang Hari Santri Nasional.
Salah satu wakil dari Mapolsek Rubaru, Bripka Chatibul Umam, mengatakan sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Sebab, diharapkan pemuda NU bersama dengan aparat kepolisian untuk bekerjasma dalam pemberantasan narkoba.
”Kami sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Kami bersama dengan TNI akan bersinergi dengan ISNU Rubaru demi perbaikan moral generasi muda dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR