BERITAFAJAR.co - Aliansi Ormawa Universiata Wiraraja Sumenep menggelar aksi demontrasi ke rektorat dalam rangka menyikapi dualisme yayasan ...
BERITAFAJAR.co - Aliansi Ormawa Universiata Wiraraja Sumenep menggelar aksi demontrasi ke rektorat dalam rangka menyikapi dualisme yayasan yang sudah lama berlangsung.
Demontrasi yang di lakukan di dalam kampus tersebut, Selasa (18/10/2016) di ikuti puluhan mahasiswa Unija yang merasa prihatin akan masa depan kampusnya.
Presiden Mahasiswa BEM Unija, Sirojuddin mengatakan, aksi ini adalah akumulasi dari kekecewaan mahasiswa yang sudah memuncak.
"Ini adalah bentuk kekecewaan kami mahasiswa Unija karena kami merasa terus di dzalimi oleh kampus," jelas Sirojuddin, Presma BEM Unija.
Sebelumnya mahasiswa sudah pernah melakukan audiensi kepada jajaran rektorat ,namun pihak kampus tidak mengindahkan aspirasi mahasiswa.
"Beberapa aspirasi kami adalah mempertanyakan dualisme yayasan, oknum dosen yang merangkap sebagai advokat ,persoalan tukar guling tanah, dan kebohongan publik tentang sanski yang diberikan kampus kepda mahasiswa," sambung Sirojuddin
Selain itu, mahasiswa juga menolak peraturan ormawa dan kongres mahasiswa yang akan dilakukan oleh pihak rektorat. Karena menganggap hal itu sudah bukan kewenangan rektorat dan merupakan pembodohan kepada mahasiswa.
"Saya merasa bahwa kampus ini sudah menciptakan kepemimpinan yang otoriter, tidak ubahnya seperti jaman orde baru dulu" sesalnya.
Oleh karena itu ,mahasiswa berjanji akan terus mengawal beberapa persoalan kampusnya sampai kapanpun dan sampai dimanapun.
"Kami akan terus kawal, kalau perlu sampai ke dikti pusat" tutup Sirojuddin. (*)
Pewarta : Suryadi
Editor : Ibnu Toha
Demontrasi yang di lakukan di dalam kampus tersebut, Selasa (18/10/2016) di ikuti puluhan mahasiswa Unija yang merasa prihatin akan masa depan kampusnya.
Presiden Mahasiswa BEM Unija, Sirojuddin mengatakan, aksi ini adalah akumulasi dari kekecewaan mahasiswa yang sudah memuncak.
"Ini adalah bentuk kekecewaan kami mahasiswa Unija karena kami merasa terus di dzalimi oleh kampus," jelas Sirojuddin, Presma BEM Unija.
Sebelumnya mahasiswa sudah pernah melakukan audiensi kepada jajaran rektorat ,namun pihak kampus tidak mengindahkan aspirasi mahasiswa.
"Beberapa aspirasi kami adalah mempertanyakan dualisme yayasan, oknum dosen yang merangkap sebagai advokat ,persoalan tukar guling tanah, dan kebohongan publik tentang sanski yang diberikan kampus kepda mahasiswa," sambung Sirojuddin
Selain itu, mahasiswa juga menolak peraturan ormawa dan kongres mahasiswa yang akan dilakukan oleh pihak rektorat. Karena menganggap hal itu sudah bukan kewenangan rektorat dan merupakan pembodohan kepada mahasiswa.
"Saya merasa bahwa kampus ini sudah menciptakan kepemimpinan yang otoriter, tidak ubahnya seperti jaman orde baru dulu" sesalnya.
Oleh karena itu ,mahasiswa berjanji akan terus mengawal beberapa persoalan kampusnya sampai kapanpun dan sampai dimanapun.
"Kami akan terus kawal, kalau perlu sampai ke dikti pusat" tutup Sirojuddin. (*)
Pewarta : Suryadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR