BERITAFAJAR.co - Tabung gas elpiji tiga kilo gram di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep Jawa Timur mengalami kelangkaan. Akibatnya, harg...
BERITAFAJAR.co - Tabung gas elpiji tiga kilo gram di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep Jawa Timur mengalami kelangkaan. Akibatnya, harganya pun tembus hingga mencapai 28 ribu pertabung. Harga tersebut sangat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar, Minggu (16/10/2016), kelangkaan tersebut di sinyalir akibat pengiriman dari distributor sering terlambat, sehingga pengiriman LPG ke kepulauan juga tersendat.
Salah seorang pemilik perahu di Gersik Putih Kalianget, H Ahmad mengatakan, pengiriman tabung gas LPG ke wilayah kepulauan memang mengalami gangguan. Pengiriman seperti ke pulau Masalembu, Pulau Kangean, dan Pulau Sampeken yang biasanya bisa mengangkut LPG dua kali dalam satu bulan, tapi sekarang tidak begitu.
”Sekarang hanya bisa mengangkut satu kali saja dalam satu bulan. Tersendatnya pengiriman ke kepulauan ini mungkin karena terlambatnya pengiriman dari distributor, sehingga berdampak terhadap kelangkaan LPG di wilayah kepulauan,” ujarnya H Ahmad.
Menurutnya, akibat kelangkaan tersebut, harganya pun melambung tembus hingga Rp 28 ribu pertabung. Padahal di wilayah daratan Sumenep, harga gas LPG ukuran 3 KG hanya Rp 16 ribu pertabung.
Warga kepulauan Sumenep berharap, pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu kelancaran proses pendistribusian tabung gas LPG ke wilayah kepualuan sehingga keberadaan LPG di wilayah kepulauan tidak mengalami kelangkaan dan harganya juga bisa dikendalikan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar, Minggu (16/10/2016), kelangkaan tersebut di sinyalir akibat pengiriman dari distributor sering terlambat, sehingga pengiriman LPG ke kepulauan juga tersendat.
Salah seorang pemilik perahu di Gersik Putih Kalianget, H Ahmad mengatakan, pengiriman tabung gas LPG ke wilayah kepulauan memang mengalami gangguan. Pengiriman seperti ke pulau Masalembu, Pulau Kangean, dan Pulau Sampeken yang biasanya bisa mengangkut LPG dua kali dalam satu bulan, tapi sekarang tidak begitu.
”Sekarang hanya bisa mengangkut satu kali saja dalam satu bulan. Tersendatnya pengiriman ke kepulauan ini mungkin karena terlambatnya pengiriman dari distributor, sehingga berdampak terhadap kelangkaan LPG di wilayah kepulauan,” ujarnya H Ahmad.
Menurutnya, akibat kelangkaan tersebut, harganya pun melambung tembus hingga Rp 28 ribu pertabung. Padahal di wilayah daratan Sumenep, harga gas LPG ukuran 3 KG hanya Rp 16 ribu pertabung.
Warga kepulauan Sumenep berharap, pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu kelancaran proses pendistribusian tabung gas LPG ke wilayah kepualuan sehingga keberadaan LPG di wilayah kepulauan tidak mengalami kelangkaan dan harganya juga bisa dikendalikan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR