BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Dusun Basoka Tengah, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bergotong roy...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Dusun Basoka Tengah, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bergotong royong membuat jembatan alternatif. Sebab, jembatan yang sudah ambruk akibat longsor diguyur hujan lebat beberapa waktu lalu, belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.
Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 4 meter itu, belum diperbaiki. Akibatnya, warga terpaksa jalan kaki di sungai untuk melintas di wilayah ini. Bahkan, warga membuat jembatan alternatif yang terbuat dari bambu.
Salah satu warga, Bazari mengatakan, sebelumnya sudah dibuatkan jembatan alternatif pada bagian bawah di sisi jelatan jembatan ambruk. Namun, lanjutnya, tidak bertahan berapa lama, karena ketika diguyur hujan langsung ambruk kembali.
”Sekarang kami secara bersama-sama membuat jembatan alternatif lain yang terbuat dari bambu agar kendaraan roda dua terutama, bisa melintasinya,” ujar Bazari, warga setempat sambil bekerja, Minggu (16/10/2016).
Menurutnya, jika harus memutar ke dusun lain, sangat jauh. Makanya, kata dia, masyarakat sepakat untuk membuat jembatan alternatif agar masyarakat yang akan melintasinya tidak harus memutar melewati dusun lain.
”Jembatan ini merupakan bangunan tua karena dibangun pada tahun 1974. Makanya, memang wajar ketika ada hujan lebat ambruk,” terangnya.
Sementara itu, Achmad Suhdi, tokoh pemuda Basoka berharap, pemerintah daerah akan segera membantu memperbaiki jalan tersebut. Sebab, jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena menjadi akses utama bagi masyarakat Basoka.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Febriyanto mengatakan, kejadian longsor dan jembatan ambruk memang menjadi perhatian utama dari intansinya. Bahkan, sudah dilaporkan kepada Bupati Sumenep untuk langkah perbaikan dari jembatan tersebut. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 4 meter itu, belum diperbaiki. Akibatnya, warga terpaksa jalan kaki di sungai untuk melintas di wilayah ini. Bahkan, warga membuat jembatan alternatif yang terbuat dari bambu.
Salah satu warga, Bazari mengatakan, sebelumnya sudah dibuatkan jembatan alternatif pada bagian bawah di sisi jelatan jembatan ambruk. Namun, lanjutnya, tidak bertahan berapa lama, karena ketika diguyur hujan langsung ambruk kembali.
”Sekarang kami secara bersama-sama membuat jembatan alternatif lain yang terbuat dari bambu agar kendaraan roda dua terutama, bisa melintasinya,” ujar Bazari, warga setempat sambil bekerja, Minggu (16/10/2016).
Menurutnya, jika harus memutar ke dusun lain, sangat jauh. Makanya, kata dia, masyarakat sepakat untuk membuat jembatan alternatif agar masyarakat yang akan melintasinya tidak harus memutar melewati dusun lain.
”Jembatan ini merupakan bangunan tua karena dibangun pada tahun 1974. Makanya, memang wajar ketika ada hujan lebat ambruk,” terangnya.
Sementara itu, Achmad Suhdi, tokoh pemuda Basoka berharap, pemerintah daerah akan segera membantu memperbaiki jalan tersebut. Sebab, jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena menjadi akses utama bagi masyarakat Basoka.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Febriyanto mengatakan, kejadian longsor dan jembatan ambruk memang menjadi perhatian utama dari intansinya. Bahkan, sudah dilaporkan kepada Bupati Sumenep untuk langkah perbaikan dari jembatan tersebut. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR