BERITAFAJAR.co – Sepanjang 500 meter di pinggir pantai di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur, tercium a...
BERITAFAJAR.co – Sepanjang 500 meter di pinggir pantai di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur, tercium aroma bau tak sedap. Lokasi itu, diduga tercemar dan mengancam kesehatan warga setempat.
Kondisi demikian, diduga dampak membuang sampah sembarangan. Akibatnya, tumpakan sampah tersebut mengeluarkan aroma bau menyengat. Padahal, lokasi itu dekat dengan pemukiman warga setempat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sarkawi mengatakan, tumpukan sampah di sepanjang pinggir pantai itu, merupakan sampah warga Kalianget Timur yang sengaja dibuang setiap harinya ke tempat tersebut. Akibatnya, tumpukan sampah terus semakin banyak hingga memadati sepanjang bibir pantai.
”Meskipun tumpukan sampah ini mencemari pemukiman warga yang dekat pantai dan mengangancam kesehatannya dengan bau yang menyengat, tapi sampai sekarang belum ada upaya dari pemerintah untuk mengangkat sampah-sampah itu,” ujar Sarkowi.
Menurutnya, akibat pencemaran sampah ini, masyarakat sekitar merasa kesehatannya terancam dan terganggu, karena setiap hari menghirup udara yang tidak sehat dari bau busuk tumpukan sampah tersebut.
”Ini benar-benar menganggu. Bukan hanya hanya kepada warga Kalianget sendiri. Sebab, lokasi ini berdekatan dengan jalan strategis menuju pelabuhan Kalianget. Padahal, pasti setiap warga yang melintas di jalur ini akan merasakan bau yang tidak sedap,” terangnya.
Selama ini, warga sekitar berinisiatif sendiri bergotong royong mengangkat sampah di bibir pantai, kemudian dibuang ke daerah yang jauih dari pemukiman warga. Namun, uapaya itu tidak maksimal karena setiap hari tumpukan sampah terus semakin banyak dan memadati sepanjang bibir pantai. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kondisi demikian, diduga dampak membuang sampah sembarangan. Akibatnya, tumpakan sampah tersebut mengeluarkan aroma bau menyengat. Padahal, lokasi itu dekat dengan pemukiman warga setempat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sarkawi mengatakan, tumpukan sampah di sepanjang pinggir pantai itu, merupakan sampah warga Kalianget Timur yang sengaja dibuang setiap harinya ke tempat tersebut. Akibatnya, tumpukan sampah terus semakin banyak hingga memadati sepanjang bibir pantai.
”Meskipun tumpukan sampah ini mencemari pemukiman warga yang dekat pantai dan mengangancam kesehatannya dengan bau yang menyengat, tapi sampai sekarang belum ada upaya dari pemerintah untuk mengangkat sampah-sampah itu,” ujar Sarkowi.
Menurutnya, akibat pencemaran sampah ini, masyarakat sekitar merasa kesehatannya terancam dan terganggu, karena setiap hari menghirup udara yang tidak sehat dari bau busuk tumpukan sampah tersebut.
”Ini benar-benar menganggu. Bukan hanya hanya kepada warga Kalianget sendiri. Sebab, lokasi ini berdekatan dengan jalan strategis menuju pelabuhan Kalianget. Padahal, pasti setiap warga yang melintas di jalur ini akan merasakan bau yang tidak sedap,” terangnya.
Selama ini, warga sekitar berinisiatif sendiri bergotong royong mengangkat sampah di bibir pantai, kemudian dibuang ke daerah yang jauih dari pemukiman warga. Namun, uapaya itu tidak maksimal karena setiap hari tumpukan sampah terus semakin banyak dan memadati sepanjang bibir pantai. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR