BERITAFAJAR.co - Di tengah persoalan bangsa yang semakin rumit, semangat persatuan dan persatuan semakin mengerat. Tidak terkecuali NU dan ...
BERITAFAJAR.co - Di tengah persoalan bangsa yang semakin rumit, semangat persatuan dan persatuan semakin mengerat. Tidak terkecuali NU dan Muhammadiyah. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini sering kali berbeda dalam penetapan 1 syawal tapi selalu sekata dalam hal menjaga keutuhan NKRI.
”Sudah final dan tidak perlu diperdebatkan,” tegas Ketua Rois Syuriah NU Jatim KH. Marzuki Mustamar dalam acara dialog kebangsaan dengan tema ”Sinergi Kahmi merawat NKRI” di Rumah Singgah Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (Sabtu 29/10/2016).
Lebih lanjut, Ketua Rois Syuriah NU Jatim ini mengingatkan kembali bahwa peran ulama sangat besar dalam usaha merebut kemerdekaan. Dan yang menjadi perekat utamanya adalah akidah Islamiyah.
Sementara, Sasmito Djati sebagai perwakilan dan unsur Muhammadiyah mengingatkan, hampir tidak ada perbedaan mendasar antara NU dan Muhammadiyah, terutama dalam hal perjuangan menjaga keutuhan NKRI.
“Ormas Islam yang sampai saat eksis, dari pra kemerdekaan sampai saat ini adalah NU dan Muhammadiyah. Dan sudah tidak perlu diragukan lagi komitmennya dalam merawat NKRI. Boleh kita berbeda dalam hal, tapi untuk persatuan bangsa kami selalu seiya sekata,” terang Guru besar Universitas Brawijaya dan sekaligu Pengurus Kahmi Wilayah Jatim.
Presidium MD Kahmi Kota Malang, Fathkurrahman mengatakan, tema tersebut untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga NKRI adalah tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari bangsa. “Bukan hanya tugas TNI, tapi seluruh komponen bangsa bertanggung jawab untuk itu,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, acara ini diadakan oleh MD Kahmi Kota Malang dalam rangkaian rapat kerja pengurus periode 2016 – 2021. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
”Sudah final dan tidak perlu diperdebatkan,” tegas Ketua Rois Syuriah NU Jatim KH. Marzuki Mustamar dalam acara dialog kebangsaan dengan tema ”Sinergi Kahmi merawat NKRI” di Rumah Singgah Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (Sabtu 29/10/2016).
Lebih lanjut, Ketua Rois Syuriah NU Jatim ini mengingatkan kembali bahwa peran ulama sangat besar dalam usaha merebut kemerdekaan. Dan yang menjadi perekat utamanya adalah akidah Islamiyah.
Sementara, Sasmito Djati sebagai perwakilan dan unsur Muhammadiyah mengingatkan, hampir tidak ada perbedaan mendasar antara NU dan Muhammadiyah, terutama dalam hal perjuangan menjaga keutuhan NKRI.
“Ormas Islam yang sampai saat eksis, dari pra kemerdekaan sampai saat ini adalah NU dan Muhammadiyah. Dan sudah tidak perlu diragukan lagi komitmennya dalam merawat NKRI. Boleh kita berbeda dalam hal, tapi untuk persatuan bangsa kami selalu seiya sekata,” terang Guru besar Universitas Brawijaya dan sekaligu Pengurus Kahmi Wilayah Jatim.
Presidium MD Kahmi Kota Malang, Fathkurrahman mengatakan, tema tersebut untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga NKRI adalah tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari bangsa. “Bukan hanya tugas TNI, tapi seluruh komponen bangsa bertanggung jawab untuk itu,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, acara ini diadakan oleh MD Kahmi Kota Malang dalam rangkaian rapat kerja pengurus periode 2016 – 2021. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR