BERITAFAJAR.co – Antusiasme masyarakat di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyambut kedatangan ...
BERITAFAJAR.co – Antusiasme masyarakat di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyambut kedatangan jamaah haji dari tanah suci Mekah, sungguh sangat luar biasa. Berbagai macam cara dilakukan untuk menyambut kedatangannya.
Di wilayah itu, H Ali Muksin dan istrinya, Hj Ida baru tiba dari tanah suci Mekah melaksanakan ibadah haji, rukun Islam ke lima. Ratusan warga sekitar berdatangan dan berkumpul untuk menyambut kedatangan dengan melepas ratusan balon api atau dhamar korong.
Salah satu warga, Ahmadi mengatakan, tradisi penyambutan ini merupakan warisan dari nenek moyang. Tradisi itu, tetap mereka lestarikan untuk menghormati kedatangan jamah haji yang baru tiba dari tanah suci Mekah.
Ketika tiba di halaman rumah, maka pihak keluarga jamaah haji dengan dibantu dengan masyarakat sekitar, langsung melepas ratusan balon api ke udara.
”Pelepasan dhamar korong ini sebagai pertanda kedatangan kedua jamaah haji tersebut, sudah berada di kediaman,” terangnya.
Sementara itu, salah satu keluarga dari H Ali Muhsin, Rasidi mengatakan, bianya penyambutan jamaah haji bukan murah. Sebab, acara penyambutan haji tidak berhenti sampai dalam satu hari. Selain itu, tidak pula hanya berhenti dengan melepas ratusan balon dan seni musik hadrah. Karena 7 hari kedepan, warga desa akan datang silih untuk bersilaturahim.
”Dengan banyak rangkaian acara penyambutan haji ini, biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar dari Ongkos Naik Haji (ONH) satu orang. Biayanya, diperkirakan menghabiskan dana Rp 70 hingga Rp 100 juta,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Di wilayah itu, H Ali Muksin dan istrinya, Hj Ida baru tiba dari tanah suci Mekah melaksanakan ibadah haji, rukun Islam ke lima. Ratusan warga sekitar berdatangan dan berkumpul untuk menyambut kedatangan dengan melepas ratusan balon api atau dhamar korong.
Salah satu warga, Ahmadi mengatakan, tradisi penyambutan ini merupakan warisan dari nenek moyang. Tradisi itu, tetap mereka lestarikan untuk menghormati kedatangan jamah haji yang baru tiba dari tanah suci Mekah.
Ketika tiba di halaman rumah, maka pihak keluarga jamaah haji dengan dibantu dengan masyarakat sekitar, langsung melepas ratusan balon api ke udara.
”Pelepasan dhamar korong ini sebagai pertanda kedatangan kedua jamaah haji tersebut, sudah berada di kediaman,” terangnya.
Sementara itu, salah satu keluarga dari H Ali Muhsin, Rasidi mengatakan, bianya penyambutan jamaah haji bukan murah. Sebab, acara penyambutan haji tidak berhenti sampai dalam satu hari. Selain itu, tidak pula hanya berhenti dengan melepas ratusan balon dan seni musik hadrah. Karena 7 hari kedepan, warga desa akan datang silih untuk bersilaturahim.
”Dengan banyak rangkaian acara penyambutan haji ini, biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar dari Ongkos Naik Haji (ONH) satu orang. Biayanya, diperkirakan menghabiskan dana Rp 70 hingga Rp 100 juta,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR