BERITAFAJAR.co – Sejumlah partai politik sudah menetapkan calon Gubenur dan wakil Gubenur DKI Jakarat. Namun, hingga kini masih PDI Perjuan...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah partai politik sudah menetapkan calon Gubenur dan wakil Gubenur DKI Jakarat. Namun, hingga kini masih PDI Perjuangan yang belum menetapkan siapa yang akan duduk di DKI I atau II.
”Sebagai orang yang pernah merasakan budi baik PDIP, (waktu Pilpres 2004), saya berharap dengan sangat agar PDIP berani mengusung kadernya sendiri pada pilgub 2017,” ujar Pengasuh Pesantren Al Hikam Depok, KH Hasyim Muzadi, dalam realise yang diterima BERITAFAJAR.co, Jumat (16/9/2016)
Menurutnya, sikap ini akan lebih memantapkan existensi PDIP sebagai partai 'wong cilik' nasionalis religius ajaran Bung Karno. Bung Karno, lanjutnya, menolak keras 'explotation de lhomme par lhomme yang hanya membuahkan explotation de nation par nation.
Mantan Ketua Umum PBNU ini mengatakan, jangan sampai disaat PDIP penerus ajaran Bung Karno sedang menang dan berkuasa, nasionalisme Pancasila merosot karena kekuatan modal yang akan merambah ke politik dan PDIP membiarkannya.
”Apabila benar PDIP mengusung kadernya sendiri (yang nasionalis), saya siap pasang badan untuk berkampanye, mengajak partai-partai Islam untuk bergabung, mengajak umat dan para habaib membela nasionalisme, dan tentu semua rakyat DKI.
”Kalau kita mau bersatu, Insya Allah menang dengan terhormat daripada menang dibawah bayang-bayang tekanan modal, sungguh tidak terhormat,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
”Sebagai orang yang pernah merasakan budi baik PDIP, (waktu Pilpres 2004), saya berharap dengan sangat agar PDIP berani mengusung kadernya sendiri pada pilgub 2017,” ujar Pengasuh Pesantren Al Hikam Depok, KH Hasyim Muzadi, dalam realise yang diterima BERITAFAJAR.co, Jumat (16/9/2016)
Menurutnya, sikap ini akan lebih memantapkan existensi PDIP sebagai partai 'wong cilik' nasionalis religius ajaran Bung Karno. Bung Karno, lanjutnya, menolak keras 'explotation de lhomme par lhomme yang hanya membuahkan explotation de nation par nation.
Mantan Ketua Umum PBNU ini mengatakan, jangan sampai disaat PDIP penerus ajaran Bung Karno sedang menang dan berkuasa, nasionalisme Pancasila merosot karena kekuatan modal yang akan merambah ke politik dan PDIP membiarkannya.
”Apabila benar PDIP mengusung kadernya sendiri (yang nasionalis), saya siap pasang badan untuk berkampanye, mengajak partai-partai Islam untuk bergabung, mengajak umat dan para habaib membela nasionalisme, dan tentu semua rakyat DKI.
”Kalau kita mau bersatu, Insya Allah menang dengan terhormat daripada menang dibawah bayang-bayang tekanan modal, sungguh tidak terhormat,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR