BERITAFAJAR.co – Akibat tidak terima telah dilaporkan ke tim penyidik Polres Sumenep, terkait dugaan kasus penyelewengan beras untuk keluarg...
BERITAFAJAR.co – Akibat tidak terima telah dilaporkan ke tim penyidik Polres Sumenep, terkait dugaan kasus penyelewengan beras untuk keluarga miskin (raskin), oknum Kepala Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tega menganiaya warganya sendiri.
Kronologisnya, Sahwan dan H. Mahfur, warga Cangkreng, hari ini, Selasa (20/09/2016) mendatangi Polres Sumenep, untuk mempertanyakan tindak lanjut dari kasus dugaan penyelewengan raskin oleh kades, yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.
Namun, karena tidak terima dengan tindakan pelaporan dua warganya tersebut, oknum Kepala Desa Cangkreng Amin Zali, tiba-tiba mendatangi rumah dua warganya dan langsung melakukan penganiayaan terhadap dua warganya sepulang dari Polres Sumenep.
Informasi yang beredar, korban yaitu H Mahfur dengan kepala desa sempat saling pukul. Bahkan, rumah dari Sahwan mengalami kerusakan akibat dirusak oleh kepala desa tersebut.
”Ceritanya begini, tadi pagi kami bersama mereka (H Mahfur dan Sahwan) mendatangi Polres Sumenep. Tujuan kami hendak mempertanyakan laporan penyelewengan raskin oleh Kedes Cangkreng,” ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
Menurutnya, setelah pulang dari Polres Sumenep, tiba-tiba Kades Cangkreng Amin Zali mendatangi rumah Sahwan dan H.mahfur dengan kata-kata ancaman sambil memegang kepala korban (sahwan). Padahal, lanjutnya, tindakan memalukan itu tidak tidak pantas dilakukan seorang pimpinan.
”Dia malah mengancam dan berkata kasar. Katanya, kalau kamu mau melaporkan saya jual istrinya, anaknya dan bapakmu, dia bilang begitu, mas," terang warga tersebut menirukan kades yang marah-marah itu.
Kini, korban mengalami shok dan ketakutan terhadap prilaku kades cangkreng, Amin Zali. Bahkan, jika tetap dalam posisi ancamanya, pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kronologisnya, Sahwan dan H. Mahfur, warga Cangkreng, hari ini, Selasa (20/09/2016) mendatangi Polres Sumenep, untuk mempertanyakan tindak lanjut dari kasus dugaan penyelewengan raskin oleh kades, yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.
Namun, karena tidak terima dengan tindakan pelaporan dua warganya tersebut, oknum Kepala Desa Cangkreng Amin Zali, tiba-tiba mendatangi rumah dua warganya dan langsung melakukan penganiayaan terhadap dua warganya sepulang dari Polres Sumenep.
Informasi yang beredar, korban yaitu H Mahfur dengan kepala desa sempat saling pukul. Bahkan, rumah dari Sahwan mengalami kerusakan akibat dirusak oleh kepala desa tersebut.
”Ceritanya begini, tadi pagi kami bersama mereka (H Mahfur dan Sahwan) mendatangi Polres Sumenep. Tujuan kami hendak mempertanyakan laporan penyelewengan raskin oleh Kedes Cangkreng,” ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
Menurutnya, setelah pulang dari Polres Sumenep, tiba-tiba Kades Cangkreng Amin Zali mendatangi rumah Sahwan dan H.mahfur dengan kata-kata ancaman sambil memegang kepala korban (sahwan). Padahal, lanjutnya, tindakan memalukan itu tidak tidak pantas dilakukan seorang pimpinan.
”Dia malah mengancam dan berkata kasar. Katanya, kalau kamu mau melaporkan saya jual istrinya, anaknya dan bapakmu, dia bilang begitu, mas," terang warga tersebut menirukan kades yang marah-marah itu.
Kini, korban mengalami shok dan ketakutan terhadap prilaku kades cangkreng, Amin Zali. Bahkan, jika tetap dalam posisi ancamanya, pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR