BERITAFAJAR.co - Dewan Perwakilan Rakayat Daerah Sumenep, mendeasak Dinas Pendidikan Sumenep, Madura, Jawa Timur realisasikan bantuan bagi ...
BERITAFAJAR.co - Dewan Perwakilan Rakayat Daerah Sumenep, mendeasak Dinas Pendidikan Sumenep, Madura, Jawa Timur realisasikan bantuan bagi guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep, Moh Imran mengatakan, di Kabupaten Sumenep jumlah guru non PNS lebih banyak dari pada jumlah guru yang berstatus PNS. Mereka membutuhkan perhatian khusus pemerintah daerah. Sehingga semangat memperjuangkan dunia pendidikan tidak pudar.
”Informasi yang kami terima bantuan itu belum terealisasi. Padahal, sangat dibutuhkan, guna menunjang keberlangsungan pendidikan di Sumenep,” katanya, Kamis (15/09/2016).
Apalagi menurutnya, mayoritas para guru sudah berkeluarga dan telah meluangkan waktunya untuk terus berupaya membantu pemerintah daerah mencerdaskan anak bangsa.
”Kalau guru non PNS saya kira benar—benar pahlawan tanpa tanda jasa. Karena mereka tidak digaji, namun semangatnya luar biasa,” tegasnya.
Oleh sebab itu, dirinya selaku wakil rakyat meminta agar bantuan tersebut segera direalisasikan. Tidak ada alasan untuk tidak direalisasikan. Karena anggaran itu sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2016.
"Kami meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera memproses bantuan realisasi bantuan tersebut. Kasihan mereka tidak digaji negara,” pintanya.
Sekretaris Disdik Sumenep, Kadarisman tidak membantah jika sebagian bantuan bagi guru non PNS belum teralisasi semua. Saat ini sebagian bantuan masih dalam tahap proses pencairan.
”Kalau prosesnya sudah selesai, pasti kami akan cairkan sesuai dengan peratruan yang berlaku,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor :
Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep, Moh Imran mengatakan, di Kabupaten Sumenep jumlah guru non PNS lebih banyak dari pada jumlah guru yang berstatus PNS. Mereka membutuhkan perhatian khusus pemerintah daerah. Sehingga semangat memperjuangkan dunia pendidikan tidak pudar.
”Informasi yang kami terima bantuan itu belum terealisasi. Padahal, sangat dibutuhkan, guna menunjang keberlangsungan pendidikan di Sumenep,” katanya, Kamis (15/09/2016).
Apalagi menurutnya, mayoritas para guru sudah berkeluarga dan telah meluangkan waktunya untuk terus berupaya membantu pemerintah daerah mencerdaskan anak bangsa.
”Kalau guru non PNS saya kira benar—benar pahlawan tanpa tanda jasa. Karena mereka tidak digaji, namun semangatnya luar biasa,” tegasnya.
Oleh sebab itu, dirinya selaku wakil rakyat meminta agar bantuan tersebut segera direalisasikan. Tidak ada alasan untuk tidak direalisasikan. Karena anggaran itu sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2016.
"Kami meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera memproses bantuan realisasi bantuan tersebut. Kasihan mereka tidak digaji negara,” pintanya.
Sekretaris Disdik Sumenep, Kadarisman tidak membantah jika sebagian bantuan bagi guru non PNS belum teralisasi semua. Saat ini sebagian bantuan masih dalam tahap proses pencairan.
”Kalau prosesnya sudah selesai, pasti kami akan cairkan sesuai dengan peratruan yang berlaku,” tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor :
KOMENTAR