BERITAFAJAR.co – Diduga akibat kurang pemerataan penempatan guru, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ma...
BERITAFAJAR.co – Diduga akibat kurang pemerataan penempatan guru, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih kekurangan sebanyak 1.500 tenaga pendidik atau guru
Berdasarkan data dari Dispendik Sumenep, saat ini terdapat sebanyak 5.250 guru yang menyebar di lembaga pendidikan. Sementara, kekurangan guru tersebut terjadi untuk jenjang pendidikan di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Dispendik Sumenep A Sadik mengatakan, mayoritas kekurangan guru itu lebih banyak kepada lebaga sekolah tingkat SD. Namun, lanjutnya, untuk jenjang SMP dan SMA juga ada yang kurang. Namun, dia membantah tudingan kekurangan guru akibat kurang meratanya penempatan guru atau hanya menumpuk di Kecamatan Kota.
”Jika kekurangan guru akibat menumpuk di Kota, saya kira tidak. Sebab, di Kecamatan Kota saja masih kurang 27 guru ditingkat SD. Artinya bukan karena menumpuk di kota sehingga di daerah lain kekurangan guru,” terang Kepala Dispendik Sumenep A Sadik.
Menurutnya, kekurangan guru ini bukan hanya terjadi wilayah perkotaan maupun di salah satu daerah tertentu saja. Tetapi, semua wilayah termasuk kepulauan juga mengalami kekurangan guru.
”Kami memanfaatkan guru yang ada. Ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak mandek dalam proses belajar mengajar di sekolah sehingga tetap berjalan,” pungkasnya. (*)
Sumber : TIMESIndonesia
KOMENTAR