BERITAFAJAR.CO – Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap menolak rencana Pemerintah pusat menaikkan harga ...
BERITAFAJAR.CO – Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap menolak rencana Pemerintah pusat menaikkan harga cukai rokok dengan diikuti dengan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus.
Rencana kenaikan harga rokok, dikatakan akan tetap memberatkan kepada petani tembakau. Bahkan, pastinya bukan hanya petani sendiri, para perokok dan pabrikan pun akan merasa keberatan dengan rencana tersebut.
Mohammad Farhan, salah satu petani asal Basoka Rubaru, Sumenep mengatakan, memang dengan menaikkan cukai dan harga rokok, pendapatan negara pasti akan meningkat. Tetapi, jelas itu akan memberatkan kepada petani tembakau di daerah.
”Kami berharap Pemerintah tidak hanya berfikir soal pendapatan negara. Memang kalau dinaikkan harga rokok, penadapatan negara akan meningkat. Tapi, masak hanya berfikir begitu, tanpa berfikir nasib masyarakat kecil,” keluhnya kepada wartawan BeritaFajar.co
Dia menjelaskan, kenaikan rokok akan berimbas kepada pekerja di pabrik. Tidak menutup kemungkinan Pabrik rokok akan mem-PHK ribuan karyawannya. Ketika karyawan di PHK, pasti akan banyak pengangguran.
”Kasihan masyarakat , terutama karyawan di Pabrik. Pabrik rokok menyerap ribuan karyawan. Pabrik tidak membuat pengangguran ribuan karyawan. Tapi, kalau rokok naik, jelas pabrik akan tutup, harga tembakau milik petani pun makin murah,” tandasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Rencana kenaikan harga rokok, dikatakan akan tetap memberatkan kepada petani tembakau. Bahkan, pastinya bukan hanya petani sendiri, para perokok dan pabrikan pun akan merasa keberatan dengan rencana tersebut.
Mohammad Farhan, salah satu petani asal Basoka Rubaru, Sumenep mengatakan, memang dengan menaikkan cukai dan harga rokok, pendapatan negara pasti akan meningkat. Tetapi, jelas itu akan memberatkan kepada petani tembakau di daerah.
”Kami berharap Pemerintah tidak hanya berfikir soal pendapatan negara. Memang kalau dinaikkan harga rokok, penadapatan negara akan meningkat. Tapi, masak hanya berfikir begitu, tanpa berfikir nasib masyarakat kecil,” keluhnya kepada wartawan BeritaFajar.co
Dia menjelaskan, kenaikan rokok akan berimbas kepada pekerja di pabrik. Tidak menutup kemungkinan Pabrik rokok akan mem-PHK ribuan karyawannya. Ketika karyawan di PHK, pasti akan banyak pengangguran.
”Kasihan masyarakat , terutama karyawan di Pabrik. Pabrik rokok menyerap ribuan karyawan. Pabrik tidak membuat pengangguran ribuan karyawan. Tapi, kalau rokok naik, jelas pabrik akan tutup, harga tembakau milik petani pun makin murah,” tandasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR