BERITAFAJAR.co - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sumenep, Madura, Jawa Timur. mengutuk keras terkait Isu kenaikan rokok hingga Rp...
BERITAFAJAR.co - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sumenep, Madura, Jawa Timur. mengutuk keras terkait Isu kenaikan rokok hingga Rp 50 ribu per bungkus.
Sekretaris DPC APTI Sumenep Abdul Majid Muslim, mengatakan negara diminta agar tidak terlalu jauh mengurusi produksi rokok.
"Pengusul harga rokok 50.000 / bungkus bisa jadi agen dari konspirasi industri besar untuk membangun kartel industri rokok atau industrio rokok elektrik," terangnya.
Logika apa yang digunakan dengan menaikkan harga rokok hingga harga selangit tersebut. Sebab, jika ingin memakan perokok anak, masih banyak cara lain yang bisa digunakan.
"Kalau harga mahal dengan alasan menekan perokok anak. Ini jelas sesat pikir politisi karena gagal paham permasalahan perokok anak," ujarnya
APTI tetap mendukung gerakan mengurangi perokok anak. Sebab, anak merokok jelas tidak diperbolehkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami mendukung pemanfaatan cukai lebih diperuntukkan kemanfaatan bagi perokok, karena cukai dibayar untuk penanggulangan dampak terhadap penggunaan produk," ungkapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sekretaris DPC APTI Sumenep Abdul Majid Muslim, mengatakan negara diminta agar tidak terlalu jauh mengurusi produksi rokok.
"Pengusul harga rokok 50.000 / bungkus bisa jadi agen dari konspirasi industri besar untuk membangun kartel industri rokok atau industrio rokok elektrik," terangnya.
Logika apa yang digunakan dengan menaikkan harga rokok hingga harga selangit tersebut. Sebab, jika ingin memakan perokok anak, masih banyak cara lain yang bisa digunakan.
"Kalau harga mahal dengan alasan menekan perokok anak. Ini jelas sesat pikir politisi karena gagal paham permasalahan perokok anak," ujarnya
APTI tetap mendukung gerakan mengurangi perokok anak. Sebab, anak merokok jelas tidak diperbolehkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami mendukung pemanfaatan cukai lebih diperuntukkan kemanfaatan bagi perokok, karena cukai dibayar untuk penanggulangan dampak terhadap penggunaan produk," ungkapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR