BERITAFAJAR.CO - Selama beberapa hari terakhir, curah hujan di wilayah Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur, cukup tinggi. Akibatnya, par...
BERITAFAJAR.CO - Selama beberapa hari terakhir, curah hujan di wilayah Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur, cukup tinggi. Akibatnya, para petani tembakau menangis karena terancam gagal panen.
Berdasarkan panatauan BeritaFajar.Co, Kamis (21/7/2016), puluhan hektar tembakau baru tanam di sejumlah wilayah di Sumenep terendam air hujan. Ketika tembakau diguyur hujan terus menerus, akan mudah mati.
Salah satu warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Achmad Junaidi (34) mengaku pasrah terhadap kondisi tembakau yang berumur satu bulan terendam air.
"Akibat hujan terus menerus ini, yang pasti saya rugi, karena tanaman tembakau yang diguyur hujan setiap hari akan menjadi rusak. Sehingga tahun ini, kemungkinan kami tidak bisa panen tembakau," ungkapnya dengan wajah pasrah ketika melihat lahan tanamannya.
Hal yang sama disampaikan Warga Basoka, Kecamatan Rubaru, Abd. Azis (44), mengatakan, di wilayah Rubaru juga tidak sedikit lahan tembakau terendam air hujan.
"Selama beberapa hari, hujan terus menerus sehingga tanaman tembakau digenangi air, dan sekarang tembakau saya banyak yang mati," imbuhnya.
Dikatakan, modal tanam tembakau, sejak dari pengulahan lahan hingga tanam tebakau, menghabiskan lebih dari Rp 10 Juta. (*)
Pewarta : Ahmadi
Berdasarkan panatauan BeritaFajar.Co, Kamis (21/7/2016), puluhan hektar tembakau baru tanam di sejumlah wilayah di Sumenep terendam air hujan. Ketika tembakau diguyur hujan terus menerus, akan mudah mati.
Salah satu warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Achmad Junaidi (34) mengaku pasrah terhadap kondisi tembakau yang berumur satu bulan terendam air.
"Akibat hujan terus menerus ini, yang pasti saya rugi, karena tanaman tembakau yang diguyur hujan setiap hari akan menjadi rusak. Sehingga tahun ini, kemungkinan kami tidak bisa panen tembakau," ungkapnya dengan wajah pasrah ketika melihat lahan tanamannya.
Hal yang sama disampaikan Warga Basoka, Kecamatan Rubaru, Abd. Azis (44), mengatakan, di wilayah Rubaru juga tidak sedikit lahan tembakau terendam air hujan.
"Selama beberapa hari, hujan terus menerus sehingga tanaman tembakau digenangi air, dan sekarang tembakau saya banyak yang mati," imbuhnya.
Dikatakan, modal tanam tembakau, sejak dari pengulahan lahan hingga tanam tebakau, menghabiskan lebih dari Rp 10 Juta. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR