BERITAFAJAR.CO – Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memutuskan M Muhri Zain kembali sebagai ketu...
BERITAFAJAR.CO – Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memutuskan M Muhri Zain kembali sebagai ketua terpilih secara aklamasi sebagai Ketua GP Ansor Sumenep, di Halaman Sekolah Pondok Pesantren Sumber Payung, Kecamatan Ganding, Minggu (24/7/2016).
Ketua terpilih, M Muhri Zain menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus GP Ansor Sumenep. Kepercayaan tersebut akan terus diperjuangkan hingga benar-benar tertanam nilai-nilai ke-NU-an di selurh kader Ansor Sumenep.
”Penataan akan terus dilakukan selama 4 tahun kedepan. Dakwah kita sekarang harus bergeser, yakni menuju pemberdayaan dan kesejahteraan. Makanya, organisasi kita ditata dan secara ekonomi juga kita tata,” ujar Ketua Ansor Sumenep, M Muhri Zain.
Pemberdayaan ini menjadi penting dilakukan. Sebab, lanjutnya, rata-rata warga Nahdiyin memang masih sangat lemah secara ekonomi. Maka, perlu penataan ekonomi secara maksimal terhadap warga Nahdiyin di Sumenep.
BACA JUGA : Berpakaian Seragam Ansor, Bupati Sumenep Dikira Banser
”Penataan ini akan menjadi dakwah kita, sebagai spirit baru di lingkungan Kader Ansor di Sumenep,” tegasnya.
Terpilihanya kembali M Muhri Zain sebagai ketua Ansor, tidak lepas dari perjuangan yang dilakukan selama ini. Bahkan, salah satu rahasia yang tidak pernah terungkap, dia mengaku sempat mau mundur sebagai ketua GP Ansor ketika baru terpilih priode pertama.
”Ceritanya, saya baru terpilih sebagai Ketua Ansor, lalu dihadapkan dengan persoalan bahwa salah satu Kader Banser yang telah mengabdi di Banser selama 35 tahun, ditangkap Polisi Sumenep karena membawa sajam yang baru dijemput dari temannya,” kisah Muhri.
Menurutnya, dia berjanji akan mundur sebagai ketua GP Ansor Sumenep jika tidak bisa melindungi dan memperjuangkan kader Ansor Sumenep. Apalagi, lanjutnya, keluarga korban yang sedang di tahan di Polisi mendatangi kantor Ansor Sumenep. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Ketua terpilih, M Muhri Zain menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus GP Ansor Sumenep. Kepercayaan tersebut akan terus diperjuangkan hingga benar-benar tertanam nilai-nilai ke-NU-an di selurh kader Ansor Sumenep.
”Penataan akan terus dilakukan selama 4 tahun kedepan. Dakwah kita sekarang harus bergeser, yakni menuju pemberdayaan dan kesejahteraan. Makanya, organisasi kita ditata dan secara ekonomi juga kita tata,” ujar Ketua Ansor Sumenep, M Muhri Zain.
Pemberdayaan ini menjadi penting dilakukan. Sebab, lanjutnya, rata-rata warga Nahdiyin memang masih sangat lemah secara ekonomi. Maka, perlu penataan ekonomi secara maksimal terhadap warga Nahdiyin di Sumenep.
BACA JUGA : Berpakaian Seragam Ansor, Bupati Sumenep Dikira Banser
”Penataan ini akan menjadi dakwah kita, sebagai spirit baru di lingkungan Kader Ansor di Sumenep,” tegasnya.
Terpilihanya kembali M Muhri Zain sebagai ketua Ansor, tidak lepas dari perjuangan yang dilakukan selama ini. Bahkan, salah satu rahasia yang tidak pernah terungkap, dia mengaku sempat mau mundur sebagai ketua GP Ansor ketika baru terpilih priode pertama.
”Ceritanya, saya baru terpilih sebagai Ketua Ansor, lalu dihadapkan dengan persoalan bahwa salah satu Kader Banser yang telah mengabdi di Banser selama 35 tahun, ditangkap Polisi Sumenep karena membawa sajam yang baru dijemput dari temannya,” kisah Muhri.
Menurutnya, dia berjanji akan mundur sebagai ketua GP Ansor Sumenep jika tidak bisa melindungi dan memperjuangkan kader Ansor Sumenep. Apalagi, lanjutnya, keluarga korban yang sedang di tahan di Polisi mendatangi kantor Ansor Sumenep. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR