SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Polemik Mudik lebaran di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep berbuntut panjang, jika kemarin Forum Pemuda Raas (F...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Polemik Mudik lebaran di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep berbuntut panjang, jika kemarin Forum Pemuda Raas (FPR) mengaku kecewa dengan kebijakan pemprov yang tidak memberi penambahan kapal, kini tida ada mudik gratis bagi warga Raas, masyarakat Raas mengancam akan golput di Pilgub Jatim mendatang.
"Kami sudah bertemu dengan para pemudik yang dari Jangkar-Raas, dan mereka semua kecewa dengan lebijakan pemprov," kata Ketua FPR Sumenep, Suryadi Syah
Menurutnya, dalam diskusi dengan pemudik tersebut, masyarakat yang kecewa benar-benar tidak akan ikut serta dalam Pilgub Jatim 2017 mendatang.
"Ini adalah akumulasi kekecewaan warga Raas yg sudah sering kali tidak diperhatikan oleh pemprov" tegas Suryadi.
Perlu diketahui, pemudik asal Kecamatan Raas setiap tahun selalu mengeluh akan layanan transportasi laut yang tidak memadai. Selain trayek yang kurang, pelayanan dalam pembelian tiket yang juga ribet dan memakan waktu.
"Sebenarnya kami tdak butuh mudik gratis, yang kami butuhkan adalah jumlah trayek/kapal yang bisa mengangkut kami semua dengan nyaman dan aman," tegasnya.
Sampai saat ini, jumlah pemudik di pelabuhan Jangkar menuju Kecamatan Raas sudah mencapai ribuan pemudik. Dan mereka semua terlantar dikarenakan tidak ada kapal yang bisa membawa mereka pulang.
"Ya, akhirnya banyak pemudik yang ikut kapal kayu. Meski trauma akan kecekaaan seperti tragedi Jabal Nur tapi itu pilihan mereka agar cepat bisa pulang dan tidak terlantar" ungkap Suryadi yang juga pengurus DPD KNPI Sumenep ini.
Secara khusus masyarakat Raas berharap agar Pemprov Jatim segera merespon kondisi mudik yang ada di pelabuhan Jangkar menuju Raas.
"Semoga pak gubernur dan wakilnya tidak tutup mata dan telinga dengan penderitaan kami warga raas," pungkasnya penuh harap. (*)
"Kami sudah bertemu dengan para pemudik yang dari Jangkar-Raas, dan mereka semua kecewa dengan lebijakan pemprov," kata Ketua FPR Sumenep, Suryadi Syah
Menurutnya, dalam diskusi dengan pemudik tersebut, masyarakat yang kecewa benar-benar tidak akan ikut serta dalam Pilgub Jatim 2017 mendatang.
"Ini adalah akumulasi kekecewaan warga Raas yg sudah sering kali tidak diperhatikan oleh pemprov" tegas Suryadi.
Perlu diketahui, pemudik asal Kecamatan Raas setiap tahun selalu mengeluh akan layanan transportasi laut yang tidak memadai. Selain trayek yang kurang, pelayanan dalam pembelian tiket yang juga ribet dan memakan waktu.
"Sebenarnya kami tdak butuh mudik gratis, yang kami butuhkan adalah jumlah trayek/kapal yang bisa mengangkut kami semua dengan nyaman dan aman," tegasnya.
Sampai saat ini, jumlah pemudik di pelabuhan Jangkar menuju Kecamatan Raas sudah mencapai ribuan pemudik. Dan mereka semua terlantar dikarenakan tidak ada kapal yang bisa membawa mereka pulang.
"Ya, akhirnya banyak pemudik yang ikut kapal kayu. Meski trauma akan kecekaaan seperti tragedi Jabal Nur tapi itu pilihan mereka agar cepat bisa pulang dan tidak terlantar" ungkap Suryadi yang juga pengurus DPD KNPI Sumenep ini.
Secara khusus masyarakat Raas berharap agar Pemprov Jatim segera merespon kondisi mudik yang ada di pelabuhan Jangkar menuju Raas.
"Semoga pak gubernur dan wakilnya tidak tutup mata dan telinga dengan penderitaan kami warga raas," pungkasnya penuh harap. (*)
KOMENTAR