SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Forum Pemuda Raas (FPR) benar-benar komitmen dalam mengawal kemajuan kepulauan, salah satunya adalah kecamatan/Pu...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Forum Pemuda Raas (FPR) benar-benar komitmen dalam mengawal kemajuan kepulauan, salah satunya adalah kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui, perusahaan Migas yaitu PT Kangean Energy Indonesia (KEI) mengdakan pertemuan dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat se Kecamatan Raas (20/06/2016). Namun sayangnya dalam agenda pertemuan tersebut pemuda tidak dilibatkan.
Ketua Forum Pemuda Raas (FPR) Suryadi mengatakan, tidak dilibatkannya pemuda dalam pertemuan tersebut menjadi presedent buruk bagi PT KEI selaku perusahaan migas di Raas.
"Ini pertanda bahwa KEI tdak mengakui eksistensi pemuda, dan kami akan mengawal dengan serius perkembangan migas di raas" terang Suryadi, Kamis (23/6/2016).
Dengan kekuatan pemuda Raas yang sekarang mulai massif ,maka tidak mungkin segala bentuk ketimpangan yang disebabkan oleh eksploitasi migas akan hilang begitu saja.
"Pokoknya kami akan kawal terus perusahaan migas yang daerah dampaknya masuk Kecamatan Raas" tegasnya.
Hingga saat ini menurut Suryadi, masih banyak kelemahan dan beberapa dugaan adanya tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan migas.
"Masih banyaklah dugaan adanya penyimpangan, seperti CSR yang tidak jelas, DBH yang carut marut, dan dana PI yang siampang siur. Dan semua akan kami kawal" tandas Suryadi. (*)
Sebagaimana diketahui, perusahaan Migas yaitu PT Kangean Energy Indonesia (KEI) mengdakan pertemuan dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat se Kecamatan Raas (20/06/2016). Namun sayangnya dalam agenda pertemuan tersebut pemuda tidak dilibatkan.
Ketua Forum Pemuda Raas (FPR) Suryadi mengatakan, tidak dilibatkannya pemuda dalam pertemuan tersebut menjadi presedent buruk bagi PT KEI selaku perusahaan migas di Raas.
"Ini pertanda bahwa KEI tdak mengakui eksistensi pemuda, dan kami akan mengawal dengan serius perkembangan migas di raas" terang Suryadi, Kamis (23/6/2016).
Dengan kekuatan pemuda Raas yang sekarang mulai massif ,maka tidak mungkin segala bentuk ketimpangan yang disebabkan oleh eksploitasi migas akan hilang begitu saja.
"Pokoknya kami akan kawal terus perusahaan migas yang daerah dampaknya masuk Kecamatan Raas" tegasnya.
Hingga saat ini menurut Suryadi, masih banyak kelemahan dan beberapa dugaan adanya tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan migas.
"Masih banyaklah dugaan adanya penyimpangan, seperti CSR yang tidak jelas, DBH yang carut marut, dan dana PI yang siampang siur. Dan semua akan kami kawal" tandas Suryadi. (*)
KOMENTAR