SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan perhatian serius terhadap para ...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan perhatian serius terhadap para sopir. Salah satunya, dengan melakukan tes urine terhadap para sopir di terminal Arya Wiraraja, Sumenep.
Selain itu, BNNK Sumenep juga melakukan tes urine kepada Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Kalianget, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Sabtu (25/6/2016). Tujuannya, mengantisipasi para awak dan sopir menggunakan barang-barang terlarang.
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno mengatakan, secara keseluruhan sudah mencapai 25 orang yang sudah menjalani tes urine. Rinciannya, 13 sopir bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Arya Wiraraja dan 12 ABK di Pelabuhan Kalianget.
Sebelum dilakukan tes urine, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk meminta waktu agar diijinkan mengambil sampel urine sopir bus.
”Dari tes urine itu, akan diketahui secara langsung hasilnya. Dari seluruh awak bus yang di tes urine, semuanya negatif. Artinya, tidak ada yang terbukti menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya,” imbuhnya.
Dijelaskan, pelaksanaan itu dilakukan sesuai instruksi dari BNN RI. Tujuannya, mengantisipasi para awak untuk menggunakan barang-barang terlarang yang sekiranya bisa mengganggu konsentrasi para awak. Sebab, keselamatan penumpang berada di tangan sopir atau ABK. (*)
Selain itu, BNNK Sumenep juga melakukan tes urine kepada Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Kalianget, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Sabtu (25/6/2016). Tujuannya, mengantisipasi para awak dan sopir menggunakan barang-barang terlarang.
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno mengatakan, secara keseluruhan sudah mencapai 25 orang yang sudah menjalani tes urine. Rinciannya, 13 sopir bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Arya Wiraraja dan 12 ABK di Pelabuhan Kalianget.
Sebelum dilakukan tes urine, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk meminta waktu agar diijinkan mengambil sampel urine sopir bus.
”Dari tes urine itu, akan diketahui secara langsung hasilnya. Dari seluruh awak bus yang di tes urine, semuanya negatif. Artinya, tidak ada yang terbukti menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya,” imbuhnya.
Dijelaskan, pelaksanaan itu dilakukan sesuai instruksi dari BNN RI. Tujuannya, mengantisipasi para awak untuk menggunakan barang-barang terlarang yang sekiranya bisa mengganggu konsentrasi para awak. Sebab, keselamatan penumpang berada di tangan sopir atau ABK. (*)
KOMENTAR