SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Bantuan Corporate social responbility (CSR) dari perusahaan Migas PT KEI berupa pengadaan tiang listrik pada tahu...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Bantuan Corporate social responbility (CSR) dari perusahaan Migas PT KEI berupa pengadaan tiang listrik pada tahun 2016 untuk Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terancam gagal.
Hal ini dikarenakan Camat Raas dan kades se Raas belum membentuk pokmas sebagai pengurus bantuan CSR tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Forum Pemuda Raas Suryadi bahwa sampai saat ini pihak perusahaan dalam hal ini PT Kangean Energy Indonesia (KEI) mash menunggu terbentuknya pokmas tersebut.
"Ya sampai sekarang KEI masih menunggu pembentukan pokmas tersebut oleh camat dan kades-kades" terang suryadi.
Perlu diketahui bahwa CSR KEI untuk Kecamatan Raas disepakati dibidang pengadaan infratruktur tunggal kelistrikan. Dan pihak perusahaan meminta kepada camat dan kafes agar membentuk pokmas sebagai kepnjangan tangan.
"Sampai sekarang kayaknya antara camat dan para kades belum rapat mengenai hal itu, dan saya pesimis tahun ini CSR tersebut dapat terealisasi" ungkap Suryadi dengan nada kecewa.
Selain itu, pihak Forum Pemuda Raas (FPR) juga menyangkan terjadinya saling rebutan untuk sebagai penguru pokmas tersebut.
"Kayaknya ada rebutan antara beberapa tokoh yg ingin saling menjadi pengurus ,dan smg saja ini tdak terjadi" kata suryadi.
Menurutnya ,apabila memang benar-benar terjadi rebutan ingin saling menjadi pengurus dipokmas tersebut maka stabilitas dan kinerja pokmas kedepan akan tidak baik.
"Pasti nanti di dalam akan terjadi perpecahan dan perbedaan pandangan ,yang akhirnya malah program CSR tidak terealisasi" tegas suryadi.
Suryadi berharap agar camat dan kades se Kecamatan Raas segera membentuk pokmas tersebut. Karena program listrik di Raas benar sangat diharapkan keberadaannya. (*)
Hal ini dikarenakan Camat Raas dan kades se Raas belum membentuk pokmas sebagai pengurus bantuan CSR tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Forum Pemuda Raas Suryadi bahwa sampai saat ini pihak perusahaan dalam hal ini PT Kangean Energy Indonesia (KEI) mash menunggu terbentuknya pokmas tersebut.
"Ya sampai sekarang KEI masih menunggu pembentukan pokmas tersebut oleh camat dan kades-kades" terang suryadi.
Perlu diketahui bahwa CSR KEI untuk Kecamatan Raas disepakati dibidang pengadaan infratruktur tunggal kelistrikan. Dan pihak perusahaan meminta kepada camat dan kafes agar membentuk pokmas sebagai kepnjangan tangan.
"Sampai sekarang kayaknya antara camat dan para kades belum rapat mengenai hal itu, dan saya pesimis tahun ini CSR tersebut dapat terealisasi" ungkap Suryadi dengan nada kecewa.
Selain itu, pihak Forum Pemuda Raas (FPR) juga menyangkan terjadinya saling rebutan untuk sebagai penguru pokmas tersebut.
"Kayaknya ada rebutan antara beberapa tokoh yg ingin saling menjadi pengurus ,dan smg saja ini tdak terjadi" kata suryadi.
Menurutnya ,apabila memang benar-benar terjadi rebutan ingin saling menjadi pengurus dipokmas tersebut maka stabilitas dan kinerja pokmas kedepan akan tidak baik.
"Pasti nanti di dalam akan terjadi perpecahan dan perbedaan pandangan ,yang akhirnya malah program CSR tidak terealisasi" tegas suryadi.
Suryadi berharap agar camat dan kades se Kecamatan Raas segera membentuk pokmas tersebut. Karena program listrik di Raas benar sangat diharapkan keberadaannya. (*)
KOMENTAR