Foto: gempa di lombok (google)
BERITAFAJAR.CO - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menganggarkan sebesar Rp500 juta untuk bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riadi mengatakan anggaran tersebut diambilkan dari APBD Perubahan tahun 2018.
"Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep sebesar Rp500 juta. Itu dianggarkan pada PAK," katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, bantuan tersebut nanti akan disalurkan kepada pemerintah di Lombok.
"Semua bantuan akan dipusatkan disana (Lombok)," jelasnya.
Ditanya apakah korban yang ada di Sumenep juga dianggarkan?, mantan Sekretaris Perpusda dan Kearsipa Sunenep itu memastikan tidak bisa menerima. Sebab, bantuan tersebut akan dikirim langsung pemerintah NTB.
“Semua bantuan dipusatkan ke Lombok dan sudah dikirim. Masak mau ditarik lagi,” katanya.
Sebelumnya sekitar 300 warga Sumenep yang berada di Lombok memilih pulang ke kampung halamannya. Karena kondisi di Lombok terus diguncang gempa bumi. Mereka pulang dengan menggunakan transportasi laut. Ratusan warga itu merupakan penduduk Kecamatan Sapeken. (di/ibn).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riadi mengatakan anggaran tersebut diambilkan dari APBD Perubahan tahun 2018.
"Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep sebesar Rp500 juta. Itu dianggarkan pada PAK," katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, bantuan tersebut nanti akan disalurkan kepada pemerintah di Lombok.
"Semua bantuan akan dipusatkan disana (Lombok)," jelasnya.
Ditanya apakah korban yang ada di Sumenep juga dianggarkan?, mantan Sekretaris Perpusda dan Kearsipa Sunenep itu memastikan tidak bisa menerima. Sebab, bantuan tersebut akan dikirim langsung pemerintah NTB.
“Semua bantuan dipusatkan ke Lombok dan sudah dikirim. Masak mau ditarik lagi,” katanya.
Sebelumnya sekitar 300 warga Sumenep yang berada di Lombok memilih pulang ke kampung halamannya. Karena kondisi di Lombok terus diguncang gempa bumi. Mereka pulang dengan menggunakan transportasi laut. Ratusan warga itu merupakan penduduk Kecamatan Sapeken. (di/ibn).

KOMENTAR