Foto: pasukan elit anti sampah, membersihkan, lokasi acara kuliner nusantara, di sumenep
BERITAFAJAR.CO - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) setempat. Kerahkan 70 pasukan elit anti sampah dalam mensukseskan Festival Kuliner Nusantara, di sepanjang Jl. Trunojoyo Sumenep.
70 pasukan elit anti sampah yang siap siaga selama acara dua hari (14-15) itu direkrut dari kelompok tani (poktan) yang tersebar di 27 Kecamatan, Kabupaten Sumenep.
"Selain dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, salah satu bentuk keberhasilan acara itu apabila penyelanggara bisa menjaga kebersihan area festival kuliner nusantara, dari 70 orang sebagian besar dari poktan Kecamatan Rubaru, kerjanya mereka secara shift dan itu sudah menyebar dibeberapa titik, setiap ada sampah dibersihkan. dengan begitu pengunjung menjadi betah" kata, ketua pelaksana festival kuliner nusantara. Arif firmanto, saat ditemui oleh awak media. Minggu, (15/7/2018).
Hal ini dilakukan, atas petunjuk Kementerian Pariwisata, dalam sarannya, sebagus apapun pelaksanaan event, jika masih ditemukan sampah berserakan, maka acara dianggap kurang berhasil.
"Makanya kita coba petunjuk tersebut, dengan meminta bantuan dari para kelompok tani dari berbagai kecamatan, karena masih di bawah koordinasi Dispertahortbun, ini swadaya para kelompok tani, pasukan ini dikomadani, pak Arifin Maryaji" ujar, Arif.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Sumenep yang telah memberikan kepercayaan terhadap acara festival kuliner nusantara, suksesnya acara ini adalah karena adanya dukungan penuh dari Bupati dan wakil Bupatk Sumenep dan juga tentunya masyarakat sumenep.
Dia, berharap acara tersebut bisa terlaksana kembali di tahun yang akan datang (2019).
"Ini adalah acara yang luar biasa dan bisa membuat perkembangan ekonomi masyarakat sumenep, karena dengan festival ini, soto sabrang (sengkong) sumenep, dikenal di manca negara. Sehingga saya berharap acara ini bisa dilaksankan kembali di tahun-tahun berikutnya" jelas, Bambang. Dalam sambutan penutupan festival kulkner Nusantara. (15/7/2018).
Untuk diketahui, event Festival Kuliner Nusantara dimulai tanggal 14-15 Juli 2018, di pusatkan di sepanjang Jalan Trunojoyo Sumenep. Diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah Se-Indonesia. Sebagai bintang tamu diacara tersebut hadir Ririn Marinka dan Chef Adi dari Jakarta. Setelah penutupan dimeriahkan dengan nonton bareng final piala dunia (di/ibn).
70 pasukan elit anti sampah yang siap siaga selama acara dua hari (14-15) itu direkrut dari kelompok tani (poktan) yang tersebar di 27 Kecamatan, Kabupaten Sumenep.
"Selain dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, salah satu bentuk keberhasilan acara itu apabila penyelanggara bisa menjaga kebersihan area festival kuliner nusantara, dari 70 orang sebagian besar dari poktan Kecamatan Rubaru, kerjanya mereka secara shift dan itu sudah menyebar dibeberapa titik, setiap ada sampah dibersihkan. dengan begitu pengunjung menjadi betah" kata, ketua pelaksana festival kuliner nusantara. Arif firmanto, saat ditemui oleh awak media. Minggu, (15/7/2018).
Hal ini dilakukan, atas petunjuk Kementerian Pariwisata, dalam sarannya, sebagus apapun pelaksanaan event, jika masih ditemukan sampah berserakan, maka acara dianggap kurang berhasil.
"Makanya kita coba petunjuk tersebut, dengan meminta bantuan dari para kelompok tani dari berbagai kecamatan, karena masih di bawah koordinasi Dispertahortbun, ini swadaya para kelompok tani, pasukan ini dikomadani, pak Arifin Maryaji" ujar, Arif.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Sumenep yang telah memberikan kepercayaan terhadap acara festival kuliner nusantara, suksesnya acara ini adalah karena adanya dukungan penuh dari Bupati dan wakil Bupatk Sumenep dan juga tentunya masyarakat sumenep.
Dia, berharap acara tersebut bisa terlaksana kembali di tahun yang akan datang (2019).
"Ini adalah acara yang luar biasa dan bisa membuat perkembangan ekonomi masyarakat sumenep, karena dengan festival ini, soto sabrang (sengkong) sumenep, dikenal di manca negara. Sehingga saya berharap acara ini bisa dilaksankan kembali di tahun-tahun berikutnya" jelas, Bambang. Dalam sambutan penutupan festival kulkner Nusantara. (15/7/2018).
Untuk diketahui, event Festival Kuliner Nusantara dimulai tanggal 14-15 Juli 2018, di pusatkan di sepanjang Jalan Trunojoyo Sumenep. Diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah Se-Indonesia. Sebagai bintang tamu diacara tersebut hadir Ririn Marinka dan Chef Adi dari Jakarta. Setelah penutupan dimeriahkan dengan nonton bareng final piala dunia (di/ibn).


KOMENTAR