Anggota Panwaslu Kecamatan Rubaru
BERITAFAJAR.CO - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur membuka penerimaan pengawas pemilihan lapangan (PPL) tingkat kelurahan.
Ketua Panwaslu Kecamatan Rubaru, Fandi mengatakan, rekrutmen penerimaan PPL dibuka sejak tanggal 21 Desember sampai dengan 29 Desember, dan di perpanjang hingga 31 Desember.
"Untuk imformasi selengkapnya dan pengambilan formulir langsung mendatangi Sekretariat Panwaslu Kecamatan Rubaru, kami membuka sejak jam 07.15 wib hingga 15.30 wib" jelas, fandi kepada media beritafajar. Kamis, (28/12/2017).
Lebih lanjut, Fandi menjelaskan bahwa perlunya calon anggota PPL yang akan direkrut memiliki integritas tinggi, sebab nantinya mereka mempunyai tugas yang berat terutama dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu di tingkat kelurahan.
“Ibaratnya para anggota PPL ini digadang-gadang menjadi ujung tombak pengawasan sekaligus penentu kualitas pilkada yang dimulai dari tingkat kelurahan karena mereka yang menerima temuan dan laporan dugaan pelanggaran Pemilu. Dan tentunya kami butuhkan orang yang betul-betul harus netral dan tidak ada kepentingan politik apapun,” ujarnya.
Disamping itu, pihaknya menekankan agar seluruh PPL yang terpilih nantinya dalam melaksanakan tugas hendaknya selalu berkoordinasi dan tidak mengedepankan sikap arogan, serta tidak diskriminasi.
"Nantinya bagi calon PPL yang terpilih, harus selalu kordinasi, agar semua bisa terkordinir dalam menjalankan tugas" tegas, Fandi.
Ketua Panwaslu Kecamatan Rubaru, Fandi mengatakan, rekrutmen penerimaan PPL dibuka sejak tanggal 21 Desember sampai dengan 29 Desember, dan di perpanjang hingga 31 Desember.
"Untuk imformasi selengkapnya dan pengambilan formulir langsung mendatangi Sekretariat Panwaslu Kecamatan Rubaru, kami membuka sejak jam 07.15 wib hingga 15.30 wib" jelas, fandi kepada media beritafajar. Kamis, (28/12/2017).
Lebih lanjut, Fandi menjelaskan bahwa perlunya calon anggota PPL yang akan direkrut memiliki integritas tinggi, sebab nantinya mereka mempunyai tugas yang berat terutama dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu di tingkat kelurahan.
“Ibaratnya para anggota PPL ini digadang-gadang menjadi ujung tombak pengawasan sekaligus penentu kualitas pilkada yang dimulai dari tingkat kelurahan karena mereka yang menerima temuan dan laporan dugaan pelanggaran Pemilu. Dan tentunya kami butuhkan orang yang betul-betul harus netral dan tidak ada kepentingan politik apapun,” ujarnya.
Disamping itu, pihaknya menekankan agar seluruh PPL yang terpilih nantinya dalam melaksanakan tugas hendaknya selalu berkoordinasi dan tidak mengedepankan sikap arogan, serta tidak diskriminasi.
"Nantinya bagi calon PPL yang terpilih, harus selalu kordinasi, agar semua bisa terkordinir dalam menjalankan tugas" tegas, Fandi.

KOMENTAR