Istri Setya Novanto ketika mendatangi KPK
BERITAFAJAR.CO - Kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret nama Ketua Umum Golkar Setya Novanto menyorot perhatian publik. Setnov yang saat ini ditahan di rutan KPK masih menjabat baik sebagai Ketum Golkar dan Ketua DPR.
Dugaan keterlibatannya dalam megaproyek e-KTP juga menyeret nama istri dan anaknya yang mendapat jadwal pemeriksaan di KPK. Hal ini membuat Setnov diibaratkan telah masuk dalam lumpur isap paling dalam.
"Setya Novanto dengan segala keprihatinan terhadap apa yang menimpanya sekarang tambah sulit. Beliau ini seperti masuk dalam lumpur isap. Makin bergerak makin ke dalam. Istrinya pun bakal jadi tersangka. Anak-anaknya pun jadi diperiksa semua. Apalagi yang ingin dia jadikan alasan untuk tidak melepaskan Golkar dari belenggu dan sandera dengan kasus pribadinya," kata Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Zainal Bintang dalam diskusi Populi Center 'Golkar Pasca Novanto' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).
Zainal meminta agar Setnov memiliki rasa perikemanusiaan terhadap partai yang telah membesarkan namanya agar mengundurkan diri. Dengan demikian Golkar akan seperti terlahir kembali mengingat saat ini elektabilitasnya anjlok sebagai dampak kasus yang melanda menyeret Setnov.
Saat ini Idrus Marham yang telah ditunjuk Setnov menjadi Plt Ketum Partai Golkar memiliki kesempatan emas dan harus mengambil terobosan. Idrus disarankan mengambil langkah cepat melaksanakan Munas sesegera mungkin
"Itu akan menjadi sumbangan, legacy saudara Idrus Marham terhadap bangsa ini dan terhadap Golkar. Belum tentu sebagai Plt dia terhormat. Dia setiap hari di-bully," jelasnya.
Jika Idrus berhasil mendorong terlaksananya Munas dalam waktu cepat maka prestasinya akan tertulis dengan tinta emas sebagai pelopor pembaharuan dan menyelamatkan Golkar dan stabilitas bangsa.
"Karena kalau Golkar porak poranda, stabilitas terganggu karena ada 18 juta konstituen, 91 kursi, 14 persen angka," tandasnya. (mdk/eko/merdeka.com)
Dugaan keterlibatannya dalam megaproyek e-KTP juga menyeret nama istri dan anaknya yang mendapat jadwal pemeriksaan di KPK. Hal ini membuat Setnov diibaratkan telah masuk dalam lumpur isap paling dalam.
"Setya Novanto dengan segala keprihatinan terhadap apa yang menimpanya sekarang tambah sulit. Beliau ini seperti masuk dalam lumpur isap. Makin bergerak makin ke dalam. Istrinya pun bakal jadi tersangka. Anak-anaknya pun jadi diperiksa semua. Apalagi yang ingin dia jadikan alasan untuk tidak melepaskan Golkar dari belenggu dan sandera dengan kasus pribadinya," kata Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Zainal Bintang dalam diskusi Populi Center 'Golkar Pasca Novanto' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).
Zainal meminta agar Setnov memiliki rasa perikemanusiaan terhadap partai yang telah membesarkan namanya agar mengundurkan diri. Dengan demikian Golkar akan seperti terlahir kembali mengingat saat ini elektabilitasnya anjlok sebagai dampak kasus yang melanda menyeret Setnov.
Saat ini Idrus Marham yang telah ditunjuk Setnov menjadi Plt Ketum Partai Golkar memiliki kesempatan emas dan harus mengambil terobosan. Idrus disarankan mengambil langkah cepat melaksanakan Munas sesegera mungkin
"Itu akan menjadi sumbangan, legacy saudara Idrus Marham terhadap bangsa ini dan terhadap Golkar. Belum tentu sebagai Plt dia terhormat. Dia setiap hari di-bully," jelasnya.
Jika Idrus berhasil mendorong terlaksananya Munas dalam waktu cepat maka prestasinya akan tertulis dengan tinta emas sebagai pelopor pembaharuan dan menyelamatkan Golkar dan stabilitas bangsa.
"Karena kalau Golkar porak poranda, stabilitas terganggu karena ada 18 juta konstituen, 91 kursi, 14 persen angka," tandasnya. (mdk/eko/merdeka.com)

KOMENTAR