BERITAFAJAR.CO - Ahmad Amri Fijaidillah (15) pemuda asal Desa Daramista Kecamatan Lenteng Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia se...
BERITAFAJAR.CO - Ahmad Amri Fijaidillah (15) pemuda asal Desa Daramista Kecamatan Lenteng Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia setelah dilindas mobil ambulance Izusu Panther saat tiduran di marka jalan, Selasa, (15/11/2017).
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa naas itu terjadi di KM-8 tepatnya jalan DPU Desa Jambu Kecamatan Lenteng, sekitar pukul 02.00 Wib.
Saat itu korban sedang begadang dengan enam teman sejawatnya di tengah jalan raya. Namun, sebelum peristiwa terjadi korban bersama enam temannya memilih pindah ke gardu yang terletak di bahu jalan.
Setelah itu korban kembali lagi ke tengah jalan seorang diri dan memilih tiduran di as jalan. Sementara enam temannya memilih tetap di gardu karena saat itu suasana dingin.
Saat bersamaan datang dari arah timur mobil ambulance Izusu Panther milik RSUD Moh Anwar Sumenep dengan nomor polisi M 8048 VP dengan kecepatan sedang.
Namun karena Asmuni, pengemudi, warga Desa Paberasan Kecamatan Kota tidak melihat korban, maka mobil yang dikeneki Ruslan Aunur Rasidi asal Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget itu menabrak korban.
"Korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.
Berdasarkan hasil olah TKP, laka lantas tersebut diduga terjadi akibat faktor manusia, salah satunya pengemudi mobil kurang konsentrasi ke arah depan. Sehingga menimbulkan kecelakaan fatal.
Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Kasatlantas Polres Sumenep, dan barang bukti (BB) telah diamankan guna sebagai bukti saat diproses di meja hijau.
"Peristiwa ini menjadi perhatian bagi anak muda, jangan sering nongkrong di pinggir jalan apalagi di badan jalan raya. Itu sangat membahayakan," tegasnya. (di/ibn)
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa naas itu terjadi di KM-8 tepatnya jalan DPU Desa Jambu Kecamatan Lenteng, sekitar pukul 02.00 Wib.
Saat itu korban sedang begadang dengan enam teman sejawatnya di tengah jalan raya. Namun, sebelum peristiwa terjadi korban bersama enam temannya memilih pindah ke gardu yang terletak di bahu jalan.
Setelah itu korban kembali lagi ke tengah jalan seorang diri dan memilih tiduran di as jalan. Sementara enam temannya memilih tetap di gardu karena saat itu suasana dingin.
Saat bersamaan datang dari arah timur mobil ambulance Izusu Panther milik RSUD Moh Anwar Sumenep dengan nomor polisi M 8048 VP dengan kecepatan sedang.
Namun karena Asmuni, pengemudi, warga Desa Paberasan Kecamatan Kota tidak melihat korban, maka mobil yang dikeneki Ruslan Aunur Rasidi asal Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget itu menabrak korban.
"Korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.
Berdasarkan hasil olah TKP, laka lantas tersebut diduga terjadi akibat faktor manusia, salah satunya pengemudi mobil kurang konsentrasi ke arah depan. Sehingga menimbulkan kecelakaan fatal.
Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Kasatlantas Polres Sumenep, dan barang bukti (BB) telah diamankan guna sebagai bukti saat diproses di meja hijau.
"Peristiwa ini menjadi perhatian bagi anak muda, jangan sering nongkrong di pinggir jalan apalagi di badan jalan raya. Itu sangat membahayakan," tegasnya. (di/ibn)

KOMENTAR