BERITAFAJAR.CO - Tim Unit Premanisme Subdit Jatanras Polda Jatim meringkus Samsul cs, penjambret yang menyamar sebagai ulama lewat bantu...
BERITAFAJAR.CO - Tim Unit Premanisme Subdit Jatanras Polda Jatim meringkus Samsul cs, penjambret yang menyamar sebagai ulama lewat bantuan CCTV.
Berdasar rekaman CCTV itu pula, polisi lantas melacak keberadaan mobil Toyota Avanza hitam yang digunakan Samsul cs untuk melancarkan aksinya.
Barcode di kaca belakang mobil keluaran 2017 tersebut dapat dideteksi.
''Ternyata mobil itu milik rental mobil di daerah Pasuruan,'' ujar Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo.
Dari situlah pencarian makin mudah dilakukan. Polisi kemudian meminta pihak rental membuka buku register sewa.
Ternyata di situ sering muncul nama Yusuf dan Yazid.
Tim buser langsung bergerak ke rumah keduanya yang berada dalam satu desa di Kraton, Pasuruan.
''Tim sempat tidak percaya karena rumahnya cukup bagus untuk ukuran penjahat jalanan,'' terang Agung.
Namun, ternyata dugaan polisi benar. Wajah Yazid sama dengan pria yang tampak di rekaman CCTV.
Mereka lalu dibekuk. Dari mulut keduanya, muncul nama Samsul.
Polisi, tampaknya, enggan menggunakan kekerasan dalam menangkap Samsul. Sebab, mereka sempat ragu.
''Kami khawatir jika Samsul ini kiai beneran. Kan masyarakat bisa ramai nanti,'' kata Agung.
Akhirnya, diputuskan bahwa tim buser menyamar sebagai santri. Dari yang wajahnya garang-garang dipermak menjadi kelihatan alim.
Mereka mengenakan sarung dan peci agar terlihat meyakinkan. Mereka mendatangi rumah Samsul di daerah Kejayan, Pasuruan, kemarin subuh (28/11).
''Personel kami sudah seperti santri beneran,'' jelas Kasubdit Jatanras AKBP Boby Pa'ludin Tambunan.(aji/c14/ano/jpnn)
Berdasar rekaman CCTV itu pula, polisi lantas melacak keberadaan mobil Toyota Avanza hitam yang digunakan Samsul cs untuk melancarkan aksinya.
Barcode di kaca belakang mobil keluaran 2017 tersebut dapat dideteksi.
''Ternyata mobil itu milik rental mobil di daerah Pasuruan,'' ujar Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo.
Dari situlah pencarian makin mudah dilakukan. Polisi kemudian meminta pihak rental membuka buku register sewa.
Ternyata di situ sering muncul nama Yusuf dan Yazid.
Tim buser langsung bergerak ke rumah keduanya yang berada dalam satu desa di Kraton, Pasuruan.
''Tim sempat tidak percaya karena rumahnya cukup bagus untuk ukuran penjahat jalanan,'' terang Agung.
Namun, ternyata dugaan polisi benar. Wajah Yazid sama dengan pria yang tampak di rekaman CCTV.
Mereka lalu dibekuk. Dari mulut keduanya, muncul nama Samsul.
Polisi, tampaknya, enggan menggunakan kekerasan dalam menangkap Samsul. Sebab, mereka sempat ragu.
''Kami khawatir jika Samsul ini kiai beneran. Kan masyarakat bisa ramai nanti,'' kata Agung.
Akhirnya, diputuskan bahwa tim buser menyamar sebagai santri. Dari yang wajahnya garang-garang dipermak menjadi kelihatan alim.
Mereka mengenakan sarung dan peci agar terlihat meyakinkan. Mereka mendatangi rumah Samsul di daerah Kejayan, Pasuruan, kemarin subuh (28/11).
''Personel kami sudah seperti santri beneran,'' jelas Kasubdit Jatanras AKBP Boby Pa'ludin Tambunan.(aji/c14/ano/jpnn)
KOMENTAR