BERITAFAJAR.co – KH Masyahurat, asal Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menghembuskan nafas ter...
BERITAFAJAR.co – KH Masyahurat, asal Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menghembuskan nafas terakhir, Minggu (16/10/2016). Namun, kiai Masyhurat tetap dikenal oleh masyarakat yang memiliki sejumlah kesaktian.
Tindakan dan sepak terjangnya pun seringkali di luar nalar kebanyakan orang. Tidak sedikit mitos-mitos seputar kesaktiannya itu yang dipercaya sebagian orang.
Bisa Menggandakan Uang
Menggandakan uang dengan ilmu ghaib sebenarnya bukan hanya dimiliki Kanjeng Dimas yang belakangan ramai dibicarakan dan diberitakan di televisi. Perihal menggandakan uang sudah sangat lama dikenal di masyarakat Madura khususnya di Sumenep. Mitos yang berkembang di tengah masyarakat, ilmu tersebut dimiliki oleh K. Masyhurat.
Konon, seorang warga di Desa Serabarat, Kecamatan Bluto pernah menjual tembakau kepada K. Masyhurat. Sayangnya pembayaran untuk tembakau itu tidak dilakukan kontan. Si pemilik tembakau itu diminta menunggu pembayarannya hingga sebulan lamanya. Namun baru 15 hari berlalu, si pemilik tembakau ini membutuhkan uang secara mendadak. Akhirnya ia memutuskan untuk menagih pembayaran tembakau yang ia jual ke K. Masyhurat.
Setelah bertemu, K. Masyhurat mengatakan bahwa uang untuk membayar hutangnya “belum jadi” sembari menunjukkan tumpukan kardus yang ada di dalam kamarnya. “Saya bukan tidak punya uang, tapi belum jadi nih,” ujar K. Masyhurat.
Tapi si pemilik tembakau ini rupanya sangat butuh uang, sehingga tetap memaksa agar pembayaran tembakaunya dilakukan waktu itu juga. “Baiklah, tapi jangan menyesal ya, ini uang belum jadi. Kamu tak boleh kemari lagu untuk menagih hutang karena kamu sudah memintanya sekarang,” kata K. Masyhurat sambil mengambil uang dalam tumpukan kardus yang tadi dia tunjukkan. Dan uang itu dibawa pulang olah sang pemilik tembakau.
Sesampai di rumahnya, si pemilik tembakau ini sungguh terkejut. Sebab uang yang tadi diterima dari K. Masyhurat ternyata berubah menjadi daun jambu air. Ia heran sekali, sebab menurutnya, sangat nyata sekali ia melihat dengan mata kepala sendiri uang yang diberikan K. Masyahurat. Ia bahkan memegangnya dan memasukkannya dalam saku baju. Tapi setelah sampai di rumah, yang ada dalam sakunya bukan uang. Tapi daun jambu air yang sudah kering.
Bisa Membelah Diri
Selain menggandakan uang, mitos yang juga beredar di masyarakat seputar K. Masyhurat adalah bisa membelah diri. Ini terjadi saat ia ditangkap dan ditahan polisi karena tuduhan penipuan soal penggandaan uang. Ia dijeblokan ke dalam penjara di kabuapaten sumenep, tapi konon dalam waktu yang bersamaan ia sedang menerima tamu di kediamannya di Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng.
Selain itu, Kiai Masyhurat dicoba oleh masyarakat sekitar diundang dalam salah satu acara dalam waktu bersamaan dibeberapa tempat sekaligus. Anehnya, pada semua tempat undang itu, misalnya dua acara, Kiai Masyhurat hadir dan memenuhi undangan.
Bisa Mengubah Surat Suara Pilkades
Mitos ini beredar sejak anak K. Masyhurat, Darul terpilih menjadi kepala desa di desa setempat. Menurut sebagian warga saat pemilihan kepala desa memasuki tahapan penghitungan suara terjadi hal yang di luar nalar. Saat itu penghitungan suara sudah lebih separuh, dan perolehan suara putra K. Masyhurat kalah dengan lawannya.
Sebagaimana dilansir dari Koranmadura.com, Menyaksikan hal itu, K. Masyhurat langsung mendatangi arena penghitungan suara. “Tinggal berpa kotak ya,?” tanyanya kepada salah satu panitia. “Tinggal tiga kotak Kiai,” jawab panitia itu sambil menunjukkan kotak yang dimaksud. “Oh, ya sudah. Itu semua milik anak saya,” katanya sambil menepuk ketiga kotak tersebut.
Ajaib, semua suara dalam tiga kotak yang ia tepuk itu tercoblos pada gambar putranya yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala desa. Alhasil hingga saat ini putra beliau yang bernama Darul tetap menjadi kepala desa di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Benarkah mitos-mitos tersebut? entahlah, yang jelas, mitos itu ada di tengah-tengah masyarakat. (*)
Editor : Ibnu Toha
Sumber : Berbagai Sumber
Tindakan dan sepak terjangnya pun seringkali di luar nalar kebanyakan orang. Tidak sedikit mitos-mitos seputar kesaktiannya itu yang dipercaya sebagian orang.
Bisa Menggandakan Uang
Menggandakan uang dengan ilmu ghaib sebenarnya bukan hanya dimiliki Kanjeng Dimas yang belakangan ramai dibicarakan dan diberitakan di televisi. Perihal menggandakan uang sudah sangat lama dikenal di masyarakat Madura khususnya di Sumenep. Mitos yang berkembang di tengah masyarakat, ilmu tersebut dimiliki oleh K. Masyhurat.
Konon, seorang warga di Desa Serabarat, Kecamatan Bluto pernah menjual tembakau kepada K. Masyhurat. Sayangnya pembayaran untuk tembakau itu tidak dilakukan kontan. Si pemilik tembakau itu diminta menunggu pembayarannya hingga sebulan lamanya. Namun baru 15 hari berlalu, si pemilik tembakau ini membutuhkan uang secara mendadak. Akhirnya ia memutuskan untuk menagih pembayaran tembakau yang ia jual ke K. Masyhurat.
Setelah bertemu, K. Masyhurat mengatakan bahwa uang untuk membayar hutangnya “belum jadi” sembari menunjukkan tumpukan kardus yang ada di dalam kamarnya. “Saya bukan tidak punya uang, tapi belum jadi nih,” ujar K. Masyhurat.
Tapi si pemilik tembakau ini rupanya sangat butuh uang, sehingga tetap memaksa agar pembayaran tembakaunya dilakukan waktu itu juga. “Baiklah, tapi jangan menyesal ya, ini uang belum jadi. Kamu tak boleh kemari lagu untuk menagih hutang karena kamu sudah memintanya sekarang,” kata K. Masyhurat sambil mengambil uang dalam tumpukan kardus yang tadi dia tunjukkan. Dan uang itu dibawa pulang olah sang pemilik tembakau.
Sesampai di rumahnya, si pemilik tembakau ini sungguh terkejut. Sebab uang yang tadi diterima dari K. Masyhurat ternyata berubah menjadi daun jambu air. Ia heran sekali, sebab menurutnya, sangat nyata sekali ia melihat dengan mata kepala sendiri uang yang diberikan K. Masyahurat. Ia bahkan memegangnya dan memasukkannya dalam saku baju. Tapi setelah sampai di rumah, yang ada dalam sakunya bukan uang. Tapi daun jambu air yang sudah kering.
Bisa Membelah Diri
Selain menggandakan uang, mitos yang juga beredar di masyarakat seputar K. Masyhurat adalah bisa membelah diri. Ini terjadi saat ia ditangkap dan ditahan polisi karena tuduhan penipuan soal penggandaan uang. Ia dijeblokan ke dalam penjara di kabuapaten sumenep, tapi konon dalam waktu yang bersamaan ia sedang menerima tamu di kediamannya di Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng.
Selain itu, Kiai Masyhurat dicoba oleh masyarakat sekitar diundang dalam salah satu acara dalam waktu bersamaan dibeberapa tempat sekaligus. Anehnya, pada semua tempat undang itu, misalnya dua acara, Kiai Masyhurat hadir dan memenuhi undangan.
Bisa Mengubah Surat Suara Pilkades
Mitos ini beredar sejak anak K. Masyhurat, Darul terpilih menjadi kepala desa di desa setempat. Menurut sebagian warga saat pemilihan kepala desa memasuki tahapan penghitungan suara terjadi hal yang di luar nalar. Saat itu penghitungan suara sudah lebih separuh, dan perolehan suara putra K. Masyhurat kalah dengan lawannya.
Sebagaimana dilansir dari Koranmadura.com, Menyaksikan hal itu, K. Masyhurat langsung mendatangi arena penghitungan suara. “Tinggal berpa kotak ya,?” tanyanya kepada salah satu panitia. “Tinggal tiga kotak Kiai,” jawab panitia itu sambil menunjukkan kotak yang dimaksud. “Oh, ya sudah. Itu semua milik anak saya,” katanya sambil menepuk ketiga kotak tersebut.
Ajaib, semua suara dalam tiga kotak yang ia tepuk itu tercoblos pada gambar putranya yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala desa. Alhasil hingga saat ini putra beliau yang bernama Darul tetap menjadi kepala desa di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Benarkah mitos-mitos tersebut? entahlah, yang jelas, mitos itu ada di tengah-tengah masyarakat. (*)
Editor : Ibnu Toha
Sumber : Berbagai Sumber
KOMENTAR