body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Mengungkap Misteri ’Daun Emas’ Madura

BERITAFAJAR.CO   - Salah satu tanaman pertanian di pulau Madura adalah tanaman tembakau. Bahkan, dikenal sebagai ciri khas tanaman masyara...

BERITAFAJAR.CO - Salah satu tanaman pertanian di pulau Madura adalah tanaman tembakau. Bahkan, dikenal sebagai ciri khas tanaman masyarakat di Madura. Karena sejauh ini tanaman tembakau masih menjadi tanaman primadona, belum tergantikan. Terbukti hingga saat ini tanaman ini masih terus di lestarikan.

Tembakau, oleh masyarakat Madura pada umumnya dikenal dengan istilah “Daun Emas” sebab tanaman ini diyakini mampu menjawab dan memenuhui kebutuhan petani yang bersekala besar. Karena dari hasil tembakau ini petani akan memperoleh uang tunai. Berbeda dengan tanaman lainnya yang sifatnya eceran. Seperti tanaman cabai, pisang, dan tanaman lainnya.

Meski tanaman tembakau tergantung cuaca, masyarakat Madura tidak pernah dihantui rasa ketakutan dan takut gagal Karena saking tanaman ini, kadung mendarah daging dan mengkonstruk pemikiran petani memiliki naluri spekulasi yang tinggi, sehingga tidak terpengaruh dengan opini apapun yang mengendorkan semangat petani. Apalagi bertani tembakau ini satu kali selama setahun, yakni di saat musim kemarau. Sehingga petani memiliki banyak waktu menanam tembakau hingga tiba musim hujan.

Bagi petani, selama di negeri ini masih ada yang merokok selama itu pula tanaman tembakau akan terus berjalan dan tidak akan punah. Karena tanaman tembakau ini sudah mengkarakter sejak nenek moyang dahulu.

Secara dejure tanaman tembakau di negeri ini justru dikerdilkan tidak mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Terbukti hingga saat ini tidak ada aturan yang jelas tentang tataniaga tembakau. Dan sampai saat ini petani tembakau tidak bisa menghargai barangnya sendiri, yang menentukan harga dari pihak gudang dan pabrikan.

Bahkan pemerintah sendiri terus berupaya meminimalir pengkonsumsi rokok, terbukti di setiap kemasan rokok yang legal disertai peringatan bahaya rokok. Sambil disertakan gambar menakutkan agar petani tidak lagi menanam tembakau dan masyarakat Indoensia ditakut-takuti dengan bahaya rokok. Tetapi anehnya meski pemerintah berupaya memberantas rokok tetapi di sisi lain juga melegalkan rokok tetap di pasarkan. Karena rokok sejatinya sangat banyak memberikan pemasukan terhadap pemerintah melalui pajak dan beacukai rokok tersebut.

[next]

Di pulau Madura, dari empat kabupaten hanya dua kabupaten saja yang menjadi pusat tanaman tembakau, yaitu kabupaten Pameksan dan Sumenep. Di dua kabupaten ini terdapat ratusan gudang maupun pabrikan rokok yang setiap tahun menampung produksi tembakau. Dan tahun 2017 ini produksi tembakau justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Di kabupaten Pamekasan, di tahun 2016 lahan produksi tembakau hanya 14 ribu hektar saat ini naik dua kalilipat hingga mencapai 30 hingg 31 ribu hektar lahan tembakau. Sedangkan di kabupaten Sumenep, produksi tembakau mengalami penurunan dari target 21 ribu hektar yang terealisasi hanya 14 ribu hektar. Hal ini akibat dari kekurangan pengairan sehingga banyak petani yang tidak menanam lantaran tidak memiliki air sebagai bahan utama tanaman tembakau. Utamanya petani yang berada di daerah kekeringan dan krisis air bersih.

Sedangkan harga tembakau tahun ini, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, saat ini harga tembakau dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu perkilo. Sedangkan tahun lalu dari Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu perkilo sesuai kualitas tembakau.

Meski dengan harga Rp 50 ribu perkilo belum memberikan untung kepada petani, akan tetapi petani merasa puas, karena tanaman tembakau tahun ini bisa dibilang sukses. Mengingat kondisi cuaca saat ini bersahabat dan tembakau petani bisa sukses dirajang tidak rusak sebelum dirajang.

Padahal bila dikalkualasi dengan biaya operasionalnya selama masa tanam tiga bulan. Harga Rp50 ribu perkilo jauh dari harapan tidak sebanding dengan biaya operasional, biaya pupuk dan ongkos pekerja yang setiap tahun mengalami peningkatan. Baru petani mengalami untung kalau harga tembakau  mencapai Rp 100 ribu rupiah perkilo.

Di samping tanaman tembakau menjadi tanaman primadona bagi masyarakat Madura, juga kental dengan budaya dan tradisi lokal masyarakat Madura. Karena ternyata tanaman tembakau ini juga menjadi perakat tali silaturrahmi antara sesama. Terbukti saat proses tanam hingga panen budaya gotong royong masih kental. Antara petani yang satu dengan yang lainnya saling membantu disaat waktu panen hingga dirajang.

Jadi menurut  hemat penulis, sangat sulit tanaman tembakau ini punah, karena tanaman ini justru menjadi pengikat kesolehan sosial di masyarakat dengan budaya gotong royong. Bahkan rokok di setiap momentum maupun tradisi silaturrahmi menjadi pembuka membanguan keakraban hubungan antara sesama. Yang awalnya tidak saling kenal dengan rokok bisa saling kenal dan tegur sapa. Jadi rokok bagi masyarakat Madura tidak hanya sebatas kebutuhan ekonomi melainkan memiliki nilai budaya dan sosial tinggi dalam menjaga keutuhan hubungan horizontal.

Maka, diliat dari perkembangan tanaman tembakau serta struktur bangunan sosial masyarakat Madura, siapapun pemimpinnya di negeri ini tidak akan mampu membendung masyarakat Madura untuk tidak menanam tembakau. justru tanaman tembakau ini perlu terus di dorong agar tidak menjadi boomerang, sehingga petani tembakau semakin berkembang dan masyarakat Madura pada umumya tersejahtrekan sesuai dengan cita-cita bangsa. Wallhu a’lam Bissowab


Penulis adalah Ahmad Sa’ie (Mahasiswa Pascasarjana STAIN Pamekasan)




KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Mengungkap Misteri ’Daun Emas’ Madura
Mengungkap Misteri ’Daun Emas’ Madura
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdhjpJEGyN1DYBsLOc7rtd-kB4x6m18yaRPq3X6tIlFiXPAXBVR9A4uMfbdcPhlhRPbko_8WA4lgEqLpOsjSCUUc4pwrblswWiw-ms3MbybMMbTxbwk8rkzlKnq3PE3qotu01wvSitIr2R/s640/IMG_20170904_131434.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdhjpJEGyN1DYBsLOc7rtd-kB4x6m18yaRPq3X6tIlFiXPAXBVR9A4uMfbdcPhlhRPbko_8WA4lgEqLpOsjSCUUc4pwrblswWiw-ms3MbybMMbTxbwk8rkzlKnq3PE3qotu01wvSitIr2R/s72-c/IMG_20170904_131434.jpg
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/09/mengungkap-misteri-daun-emas-madura.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/09/mengungkap-misteri-daun-emas-madura.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy