BERITAFAJAR.CO - Baru dua bulan menjadi pasangan suami istri, seorang wanita Laudi Ayu Losari (22) asal Desa Kebunan, kecamatan Kota Sum...
BERITAFAJAR.CO - Baru dua bulan menjadi pasangan suami istri, seorang wanita Laudi Ayu Losari (22) asal Desa Kebunan, kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur melaporkan suaminya ke Polres setempat. (31/8/2017).
Kedatangan wanita berparas cantik yang ditemani oleh orang tuanya saat mendatangi ke polres Sumenep, selalu mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Anggota polisi (SA) asal Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, yang lain adalah suaminya sendiri.
"Menantu saya itu anggota polisi yang bertugas di Sumenep dan sering pulang malam, dan setiap ditanya oleh istrinya langsung marah-marah hingga memukul dan mencekik lehernya" kata orang tua korban Asmuni, kepada awak media.
Sejak kejadian tersebut pihaknya sering menasehati menantunya, bahkan secara kekeluargaan telah dilakukan, namun prilakunya tetap tidak ada perubahan, sehingga memutuskan untuk melaporkan kepada yang berwajib.
"Saya sebagai mertua sering menegur, terhadap prilaku menantu yang sering memukuli istrinya, dia melakukan kekerasan dalam keadaan mabuk, sehingga kekerasan sering terjadi, jadi saya berharap kepolres untuk proses kasus ini"
harapnya.
Sementara Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi tidak ada di ruang kerjanya Bahkan Pintu terlihat terkunci, saat awak media hendak konfermasi terkait kasus tersebut.
Setelah melalui telepon selulernya, dia membenarkan kalau ada laporan terkait KDRT itu. Namun dirinya belum menerima petunjuk terkait perkembangan laporan tersebut.
"Saya dirumah, masih puasa, sampai sekarang belum ada petunjuk," Pungkas, Swardi.
(di/ibn)
Kedatangan wanita berparas cantik yang ditemani oleh orang tuanya saat mendatangi ke polres Sumenep, selalu mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Anggota polisi (SA) asal Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, yang lain adalah suaminya sendiri.
"Menantu saya itu anggota polisi yang bertugas di Sumenep dan sering pulang malam, dan setiap ditanya oleh istrinya langsung marah-marah hingga memukul dan mencekik lehernya" kata orang tua korban Asmuni, kepada awak media.
Sejak kejadian tersebut pihaknya sering menasehati menantunya, bahkan secara kekeluargaan telah dilakukan, namun prilakunya tetap tidak ada perubahan, sehingga memutuskan untuk melaporkan kepada yang berwajib.
"Saya sebagai mertua sering menegur, terhadap prilaku menantu yang sering memukuli istrinya, dia melakukan kekerasan dalam keadaan mabuk, sehingga kekerasan sering terjadi, jadi saya berharap kepolres untuk proses kasus ini"
harapnya.
Sementara Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi tidak ada di ruang kerjanya Bahkan Pintu terlihat terkunci, saat awak media hendak konfermasi terkait kasus tersebut.
Setelah melalui telepon selulernya, dia membenarkan kalau ada laporan terkait KDRT itu. Namun dirinya belum menerima petunjuk terkait perkembangan laporan tersebut.
"Saya dirumah, masih puasa, sampai sekarang belum ada petunjuk," Pungkas, Swardi.
(di/ibn)

KOMENTAR