Bongkar Muat Barang di Jalan Teku Umar Pandian Kota Sumenep. (Foto Ahmadi / Berita Fajar)
BERITAFAJAR.CO - Hampir setiap hari, sejumlah pengendara
mengeluhkan keberadaan truck dan pick-up
yang melakukan bongkar muat barang di Jalan Raya Teuku Umar, Desa Pandian, Kecataman
Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, kondisi jalan raya yang masih
sempit dan terjadi bongkar muat
barang, tentu mengganggu kelancaran lalu lintas.
Moh. Rudy (33) pengendara asal Kecamatan Lenteng, yang bekerja
di Kota Sumenep, bisa dipastikan setiap hari melintasi jalan raya yang terkesan
seperti terminal, sehingga macet tidak dihindari.
"Semestinya pemerintah bisa bersikap tegas terhadap
kondisi jalan, karena saya yakin pemerintah sudah mengetahui kondisi jalan yang
ditempati bongkar muat barang, namun hingga saat
ini pemerintah terkesan membiarkan"ujarnya.
Sementara, Anggota III DPRD Sumenep Moh Ramsi, menanggapi terkait kondisi jalan
raya yang seharusnya tidak digunakan tempat bongkar barang, karena selain mengganggu
kelancaran lalu lintas juga berpotensi terjadinya laka lantas. Beberapa waktu lalu, kata Ramsi, terjadi kecelakaan, tiga Pengendara sepeda motor
menabrak angkutan yang melakukan borkar muat barang disebelah timur Puskesmas Pandian.
"Sudah saatnya Sumenep ada terminal kargo atau tempat
penyimpanan barang bagi pengusaha," kata Moh Ramsi.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bidang Lalu Lintas dan
Angkutan Dinas Perhubungan Sumenep, Mulyadi mengaku tidak bisa berbuat banyak,
namun saat ini dirinya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Karena
petugas Dishub hanya bertugas untuk melakukan himbauan.
"Sedangkan untuk memberikan tindak seperti tilang,
itu ranahnya kepolisian,"katanya.
Sesuai atauran, kata Mulyadi, angkutan
barang diperbolehkan bongkar muat di dalam kota hanya malam hari. Sejak pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB angkutan barang dilarang bongkar muat di dalam kota.
"Kami sarankan masyarakat, khususnya para sopir
angkutan barang untuk tidak bongkar disitu," tandasnya. (di/ibn)

KOMENTAR