Warga Kangean ketika mendatangi gedung DPRD Sumenep.
BERITAFAJAR.co – Salah satu warga asal Desa Laok Jang-jang, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean,
Sumenep, Jawa Timur mendatangi DPRD setempat, Jum’at (2/6/2017). Sebab, pria atas nama Rasyid itu, curiga telah
terjadi penyimpangan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD-ADD) di desanya.
Warga tersebut datang ke
Gedung DPRD Sumenep, berkisar pukul 11.00 WIB. Namun, tidak satupun wakil
rakyat bersedia menemuinya. Ia hanya duduk di ruang lobi DPRD Sumenep. Padahal,
kedatangan dia, hanya untuk minta difasilitasi bertemu dengan Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.
Rasyid mengatakan, ingin
difasilitasi oleh wakil rakyat guna mendapatkan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan data
DD-ADD 2016 di Desa Laok Jang-Jang. Sebab, dia mengaku tidak mendapatkan data DD – ADD dari desanya. Walaupun, seharusnya dipublikasikan di papan desa agar diketahui oleh masyarakat setempat.
”Kedatangan saya ke DPRD
untuk minta
difasilitasi ketemu DPMD, untuk minta Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Dana Desa
dan Anggaran Dana Desa (DD-ADD) tahun 2016,”kata Rasyid (47) Warga Desa Laok
Jang-jang terangnya kepada wartawan.
Rasyid mengaku curiga telah terjadi penyimpangan DD-ADD 2016 yang
turun ke desanya. Sebab, pada waktu itu, pengawas dari Inspektorat sempat turun
langsung dan pihaknya ikut mendampinginya. Namun, dia mengaku tidak bisa menunjukkan bukti dugaan penyimpangan dana sekitar
Rp 1 M tersebut. Alasannya, karena pada saat minta
SPJ kepada pihak desa, tidak diberikan.
”Karena tidak diberikan itu, kami mau minta ke pihak
DPMD dan difasilitasi oleh wakil rakyat,” terangnya.
Pihaknya mengaku kecewa,
sebab sudah
tiga kali datang ke DPRD Sumenep untuk
bertemu dengan anggota dewan asal Dapil VII. Namun tidak ditemui.
”Ketika hari selasa lalu, saya dijanjikan ketemu hari Rabu.
Setelah rabu datang, disuruh datang kembali hari ini. Tetapi, hari inipun tetap
tidak bisa ketemu, dengan alasan anggota dewan ada acara di luar kota,” pungkasnya dengan raut muka kecewa. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Editor :

KOMENTAR