Warga sedang memperbaiki jembatan bambu sebagai jembatan alternatif di Basoka. (foto warga for beritafajar)
BERITAFAJAR.CO - Sudah lebih dari 10 bulan jembatan yang ambruk, di Desa Basoka, Kecamatan
Rubaru, Sumenep, masih belum dilakukan
perbaikan oleh Pemerintah Daerah Sumenep. Meski Jembatan berada di jalur utaman
di jalan desa, namun masih belum juga mendapatkan perbaikan.
Berdasarkan
pantauan, sudah tiga kali masyarakat Basoka membuat jembatan alternatif yang
terbuat dari bambu. Pembuatan hingga tiga kali itu, karena yang sebelumnya
rusak lalu diperbaiki kembali. Warga terpaksa membuat jembatan alternatif
dengan lebar 1,5 meter karena tidak ada cara lain yang bisa di lewati.
Jembatan yang menghubungkan Desa Basoka dengan Desa Gaddu Kecamatan Ganding ambruk akibat
arus banjir yang deras pada september 2016, lalu itu puing jembatan beton dibiarkan
teronggok melintang menutupi aliran sungai.
"Semestinya jembatan ini ada perhatian penuh, karena ini
akses satu-satunya yang sering dilalui oleh warga" ujar warga setempat, Abd.
Mu'ein..
Sementara Kepala Desa Basoka, Moh. Suhdi, belum bisa memberikan
informasi pasti terhadap kapan waktu akan diperbaiki jembatan tersebut.
"Belum ada kepastian kapan mau diperbaiki, cuma dinas
terkait pernah bilang saat memantau ke lokasi
bahwa secepatnya akan diperbaiki, tapi
kami terus berupaya biar jembatan ini secepatnya diperbaiki" pungkasnya. (di/ibn)

KOMENTAR