BERITAFAJAR.co - Ratusan Warga menggelar unjuk rasa ke Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, (21/3/2017). Merek...
BERITAFAJAR.co - Ratusan Warga menggelar unjuk rasa ke Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, (21/3/2017). Mereka menuntut Pemerintah harus bersikap tegas kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) H. Shadiq yang telah memberikan izin Kepada YSBM untuk penyebaran kristenisasi kepada anak-anak dibawah umur.
Kordinator Lapangan Aksi, Farid, menjelaskan, penyeberan atribut yang mengandung ajaran salib tidak mungkin terjadi jika Kadisdik tidak memberikan izin, jadi bupati harus tegas dalam menyikapi peristiwa ini, dan bupati harus memberikan panismen yang tegas.
"Bupati harus copot Kadisdik, karena dia telah memberikan racun dalam akidah kepada generasi-genarasi kita" ujarnya.
Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, tidak bisa menemui peserta aksi, Melalui Asisten Kepemerintahan, Carto, yang mewakili untuk menemui peserta aksi demo, menjelaskan, bahwa Bupati sedang melakukan umroh.
"Sekarang Bupati sedang melakukan umroh, jadi mari kita doakan bersama, semoga lancar-lancat saja, agar nantinya bisa memberikan sikap terhadap tuntutan para aksi ini" harapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Kordinator Lapangan Aksi, Farid, menjelaskan, penyeberan atribut yang mengandung ajaran salib tidak mungkin terjadi jika Kadisdik tidak memberikan izin, jadi bupati harus tegas dalam menyikapi peristiwa ini, dan bupati harus memberikan panismen yang tegas.
"Bupati harus copot Kadisdik, karena dia telah memberikan racun dalam akidah kepada generasi-genarasi kita" ujarnya.
Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, tidak bisa menemui peserta aksi, Melalui Asisten Kepemerintahan, Carto, yang mewakili untuk menemui peserta aksi demo, menjelaskan, bahwa Bupati sedang melakukan umroh.
"Sekarang Bupati sedang melakukan umroh, jadi mari kita doakan bersama, semoga lancar-lancat saja, agar nantinya bisa memberikan sikap terhadap tuntutan para aksi ini" harapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR