BERITAFAJAR.co - Kondisi lembaga pendidikan negeri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sangat memprihatinkan. Sebab, sejak beberapa t...
BERITAFAJAR.co - Kondisi lembaga pendidikan negeri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sangat memprihatinkan. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir, lembaga di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) itu, tidak lagi diminati anak didik.
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar, Sabtu (4/2/2017), salah satu lembaga pendidikan negeri, SDN di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto sumenep, kini hanya ada lima siswa. Sementara, siswa yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya tersisa tiga siswa aktif.
Tiga siswa aktif masuk sekolah itu, antara lain siswa kelas III, satu siswa, kelas IV satu siswa dan kelas V satu siswa. Sedangkan tiga kelas lainnya, yaitu kelas I, II dan kelas VI, tidak ada siswanya sama sekali baik aktif maupun non aktif.
Kendati kondisi siswa sangat minim, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berlangsung sebagaimana biasa. Tiga siswa itu, menggunakan dua ruang dan masing-masing siswa diajari satu orang guru.
Salah seorang siswa kelas III, M Sahid mengatakan, akan selalu rajin bersekolah meski hanya seorang diri di kelasnya. Sebab dua teman lainnya tidak aktif masuk sekolah. ”Dua orang teman kelas saya tidak masuk karena sudah ijin,” ujarnya kepada wartawan.
Kepala SDN Pakandangan Tengah, Abd Halim mengatakan, bahwa sejak lima tahun terakhir jumlah murid pertahun terus mengalami penurunan. Itu karena kurangnya perhatian orang tua terhadap sekolah negeri. Sebab, orang tua siswa di wilayah itu lebih memilih menyekolahkan anak didiknya ke lembaga swasta.
”Sebenarnya ada lima siswa. Kelas tiga sebanyak tiga siswa, kelas empat satu siswa dan kelas lima satu siswa. Namun, yang aktif kebetulan tiga orang,” ujar Abd Halim menjelaskan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Moh Zubaidi mengatakan, Dinas Pendidikan Sumenep segera melakukan regrouping terhadap sekolah yang jumlah siswanya sangat sedikit agar tidak membuang-buang anggaran pendidikan. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Editor :
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar, Sabtu (4/2/2017), salah satu lembaga pendidikan negeri, SDN di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto sumenep, kini hanya ada lima siswa. Sementara, siswa yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya tersisa tiga siswa aktif.
Tiga siswa aktif masuk sekolah itu, antara lain siswa kelas III, satu siswa, kelas IV satu siswa dan kelas V satu siswa. Sedangkan tiga kelas lainnya, yaitu kelas I, II dan kelas VI, tidak ada siswanya sama sekali baik aktif maupun non aktif.
Kendati kondisi siswa sangat minim, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berlangsung sebagaimana biasa. Tiga siswa itu, menggunakan dua ruang dan masing-masing siswa diajari satu orang guru.
Salah seorang siswa kelas III, M Sahid mengatakan, akan selalu rajin bersekolah meski hanya seorang diri di kelasnya. Sebab dua teman lainnya tidak aktif masuk sekolah. ”Dua orang teman kelas saya tidak masuk karena sudah ijin,” ujarnya kepada wartawan.
Kepala SDN Pakandangan Tengah, Abd Halim mengatakan, bahwa sejak lima tahun terakhir jumlah murid pertahun terus mengalami penurunan. Itu karena kurangnya perhatian orang tua terhadap sekolah negeri. Sebab, orang tua siswa di wilayah itu lebih memilih menyekolahkan anak didiknya ke lembaga swasta.
”Sebenarnya ada lima siswa. Kelas tiga sebanyak tiga siswa, kelas empat satu siswa dan kelas lima satu siswa. Namun, yang aktif kebetulan tiga orang,” ujar Abd Halim menjelaskan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Moh Zubaidi mengatakan, Dinas Pendidikan Sumenep segera melakukan regrouping terhadap sekolah yang jumlah siswanya sangat sedikit agar tidak membuang-buang anggaran pendidikan. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Editor :
KOMENTAR