BERITAFAJAR.co – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku tidak mengetahui pasti terhadap kegiatan berupa ’...
BERITAFAJAR.co – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku tidak mengetahui pasti terhadap kegiatan berupa ’Sosialisasi Wawasan Kebangsaan’ di beberapa lembaga Sekolah Dasar Negeri (SDN) wilayah Manding dan Kecamatan Kota, bahwa diberi bingkisan berisi atribut kristen.
Kepala Disdik Sumenep A. Sadik mengatakan, benar-benar tidak mengetahui jika isi bingkisan yang diberikan kepada siswa peserta wasbang berisi atribut Kristen. Dia mengaku, hanya menerima permohonan dari Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Sumenep untuk melakukan sosialisasi JSN 45 atau wawasan kebangsaan LSD serta pemberian bingkisan.
BACA JUGA :
Berkedok Sosialisasi Kebangsaan, Siswa SD di Sumenep Diberi Bingkisan Atribut Kristen
Beredar Isu Materi Pelajaran Agama untuk SMK ‘Mengkafirkan Shahabat Nabi’ di Sumenep
Pesantren dalam Ancaman Perang Ideologis
”Kami tidak mengetahui apa isi bingkisan yang diberikan pihak yayasan yang memberikan sosialisasi. Sebelumnya, kami senang menerima permohonan sosialisasi wawasan kebangsaan itu, karena anak didik bisa menerima wawasan kebangsaan secara gratis, tapi ternyata seperti ini,” keluhnya.
Kendati demikian, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi pada pihak terkait. Hasilnya, bingkisan itu ditarik kembali dan sosialisasi wawasan kebangsaan dihentikan.
”Tadi malam kami langsung datang ke lokasi untuk mengetahuinya. Ternyata, di sana sudah digelar rapat yang dihadiri masyarakat dan kiai. Semua bingkisan ditarik dan sebagian disimpan di Mapolsek Manding,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Kepala Disdik Sumenep A. Sadik mengatakan, benar-benar tidak mengetahui jika isi bingkisan yang diberikan kepada siswa peserta wasbang berisi atribut Kristen. Dia mengaku, hanya menerima permohonan dari Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Sumenep untuk melakukan sosialisasi JSN 45 atau wawasan kebangsaan LSD serta pemberian bingkisan.
BACA JUGA :
Berkedok Sosialisasi Kebangsaan, Siswa SD di Sumenep Diberi Bingkisan Atribut Kristen
Beredar Isu Materi Pelajaran Agama untuk SMK ‘Mengkafirkan Shahabat Nabi’ di Sumenep
Pesantren dalam Ancaman Perang Ideologis
”Kami tidak mengetahui apa isi bingkisan yang diberikan pihak yayasan yang memberikan sosialisasi. Sebelumnya, kami senang menerima permohonan sosialisasi wawasan kebangsaan itu, karena anak didik bisa menerima wawasan kebangsaan secara gratis, tapi ternyata seperti ini,” keluhnya.
Kendati demikian, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi pada pihak terkait. Hasilnya, bingkisan itu ditarik kembali dan sosialisasi wawasan kebangsaan dihentikan.
”Tadi malam kami langsung datang ke lokasi untuk mengetahuinya. Ternyata, di sana sudah digelar rapat yang dihadiri masyarakat dan kiai. Semua bingkisan ditarik dan sebagian disimpan di Mapolsek Manding,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR