BERITAFAJAR.co –Duri, 46, warga Dusun Dangdang Biring, Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, yang menderita penyakit ep...
BERITAFAJAR.co –Duri, 46, warga Dusun Dangdang Biring, Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, yang menderita penyakit epilepsi atau ayan ditemukan tewas di sungai, tidak jauh dari rumahnya.
"Lokasi yang ditemukan sekitar 200 meter dari rumah korban," kata Kepala Kepolisisan Resort Batang-Batang, AKP Sutrisno, Kamis, (26/1/2017).
Menurutnya, wanita paro baya itu diketahui meninggal dunia, yakni di sungai yang biasa digunakan oleh yang bersangkutan untuk mandi.
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri, Moh Riyanto (15) bersama teman – temannya. Karena ibu tercintanya sempat hilang sejak beberapa jam sebelumnya.
Berdasar keterangan dari putra korban, sebelumnya pamit ke ibunya untuk bermalam dirumah temannya Munapsa. "Namun keseokan harinya, Moh Riyanto tidak mendapati ibunya didalam rumah, akan tetapi Moh Riyanto tidak langsung mencarinya karena masih harus pergi ke sekolah," jelasnya.
Setelah datang dari sekolah Moh riyanto juga tidak melihat ibunya di rumah. Lalu, memberitahukan kepada teman – teman dan warga sekitar dan langsung melakukan pencarian. Akhirnya ibunya ditemukan sudah tidak bernyawa dan mengambang di sungai.
Saat ditemjkan, kondisi tubuh korban mengalami luka lecet pada punggung, luka robek pada kepala. Pada hidung dan telinga mengeluarkan darah serta mulut berbusa.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat kecelakaan sendiri,"ubgkapnya.
Saat ini kepolisian sedang melakukan indentifika terhadap tubuh korban serta melakukan pemeriksaan terhada saksi-saksi. Itu dilakukan guna memastikan penyebab meninggalnya wanita yang berprofesi sebagai petani.
"Salah satu saksi yang telah diperiksa anak korban selaku yang menemukan pertamakali," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
"Lokasi yang ditemukan sekitar 200 meter dari rumah korban," kata Kepala Kepolisisan Resort Batang-Batang, AKP Sutrisno, Kamis, (26/1/2017).
Menurutnya, wanita paro baya itu diketahui meninggal dunia, yakni di sungai yang biasa digunakan oleh yang bersangkutan untuk mandi.
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri, Moh Riyanto (15) bersama teman – temannya. Karena ibu tercintanya sempat hilang sejak beberapa jam sebelumnya.
Berdasar keterangan dari putra korban, sebelumnya pamit ke ibunya untuk bermalam dirumah temannya Munapsa. "Namun keseokan harinya, Moh Riyanto tidak mendapati ibunya didalam rumah, akan tetapi Moh Riyanto tidak langsung mencarinya karena masih harus pergi ke sekolah," jelasnya.
Setelah datang dari sekolah Moh riyanto juga tidak melihat ibunya di rumah. Lalu, memberitahukan kepada teman – teman dan warga sekitar dan langsung melakukan pencarian. Akhirnya ibunya ditemukan sudah tidak bernyawa dan mengambang di sungai.
Saat ditemjkan, kondisi tubuh korban mengalami luka lecet pada punggung, luka robek pada kepala. Pada hidung dan telinga mengeluarkan darah serta mulut berbusa.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat kecelakaan sendiri,"ubgkapnya.
Saat ini kepolisian sedang melakukan indentifika terhadap tubuh korban serta melakukan pemeriksaan terhada saksi-saksi. Itu dilakukan guna memastikan penyebab meninggalnya wanita yang berprofesi sebagai petani.
"Salah satu saksi yang telah diperiksa anak korban selaku yang menemukan pertamakali," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR