BERITAFAJAR.co – Akhirnya, Puluhan warga memperbaiki kembali jembatan alternatif yang ambruk akibat dihantam banjir di jembatan jalur uta...
BERITAFAJAR.co – Akhirnya, Puluhan warga memperbaiki kembali jembatan alternatif yang ambruk akibat dihantam banjir di jembatan jalur utama Desa Basoka Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, (24/1/2017).
Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Ganding dengan panjang 8 meter, lebar 4 meter itu, diduga tidak kuat menahan terjangan banjir air yang mengalir deras setelah hujan seharian, sehingga jembatan ambruk (26/9/2016).
Namun, hingga saat ini belum mendapatakan perbaikan dari pihak pemerintah terkait. Terpaksa warga harus membuat jembatan alternatif. Meski demikian, jembatan alternatif itu, tetap tidak bisa digunakan untuk kendaraan roda empat.
Mohammad Muni (32) mengatakan, berkali-kali jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu diperbaiki namun dengan curah hujan tinggi sering mengalami rusak kembali.
"Sering, kami memperbaiki jembatan ini mas, karena jembatan ini seharusnya dibangun dengan selayaknya bukan dari bambu, jadi pantas kalau sering mengalami kerusakan" ujarnya.
Kendati demikian Kepala Desa terpilih PAW, Achmad Suhdi akan terus berusaha untuk mengajukan kepada pihak terkait dalam perbaikan jembatan yang ambruk itu.
"Saya akan menanyakan kepada pihak terkait, karena kami telah mengusulkan, jadi sampai dimana proses yang telah kami usulkan, semoga bisa cepat diproses dan diperbaiki" harapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Ganding dengan panjang 8 meter, lebar 4 meter itu, diduga tidak kuat menahan terjangan banjir air yang mengalir deras setelah hujan seharian, sehingga jembatan ambruk (26/9/2016).
Namun, hingga saat ini belum mendapatakan perbaikan dari pihak pemerintah terkait. Terpaksa warga harus membuat jembatan alternatif. Meski demikian, jembatan alternatif itu, tetap tidak bisa digunakan untuk kendaraan roda empat.
Mohammad Muni (32) mengatakan, berkali-kali jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu diperbaiki namun dengan curah hujan tinggi sering mengalami rusak kembali.
"Sering, kami memperbaiki jembatan ini mas, karena jembatan ini seharusnya dibangun dengan selayaknya bukan dari bambu, jadi pantas kalau sering mengalami kerusakan" ujarnya.
Kendati demikian Kepala Desa terpilih PAW, Achmad Suhdi akan terus berusaha untuk mengajukan kepada pihak terkait dalam perbaikan jembatan yang ambruk itu.
"Saya akan menanyakan kepada pihak terkait, karena kami telah mengusulkan, jadi sampai dimana proses yang telah kami usulkan, semoga bisa cepat diproses dan diperbaiki" harapnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR