BERITAFAJAR.co - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Malang melakukan program pengembangan pemberdayaan sosial dengan mensurvei warga...
BERITAFAJAR.co - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Malang melakukan program pengembangan pemberdayaan sosial dengan mensurvei warga binaan Desaku Menanti Desa Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang menggandeng Pemkot Malang dan Dinas Sosial Kota Malang. Selasa, (24/1/2017).
Penggiat IAI Kota Malang, Ana Sopanah menerangkan, program ini merupakan bentuk kepedulian IAI pada masyarakat.
”Kami hadir untuk ikut andil dalam pembangunan, khususnya Kota Malang” terangnya.
Diketahui, program ini didukung oleh Pemkot Kota Malang dan Dinsos Kota Malang. Diawali dengan survey terlebih dahulu pada desa-desa yang akan dijadikan sasaran, untuk kemudian akan diberi bantuan sembako bagi mereka yang memang membutuhkannya.
“Tentunya, agar bantuan ini tepat sasaran, kami perlu melakukan survey dulu. Sebagaimana kita ketahui, tidak semua masyarakat membutuhkan bantuan. Tapi di sisi lain, juga banyak yang perlu uluran tangan. Oleh karena itu, survey adalah langkah awal yang kami lakukan”. Terang Ana.
Menurut dosen Universitas Widyagama Malang ini, selain bantuan langsung berupa sembako, selanjutnya akan diadakan pendampingan-pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Betul, sebaiknya memang tidak hanya memberikan ikan, tapi lebih tepat juga saat kita memberikan kailnya”. Ungkap Ana, menganalogikan bantuan langsung dan bantuan berupa keahlian, agar masyarakat mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
Penggiat IAI Kota Malang, Ana Sopanah menerangkan, program ini merupakan bentuk kepedulian IAI pada masyarakat.
”Kami hadir untuk ikut andil dalam pembangunan, khususnya Kota Malang” terangnya.
Diketahui, program ini didukung oleh Pemkot Kota Malang dan Dinsos Kota Malang. Diawali dengan survey terlebih dahulu pada desa-desa yang akan dijadikan sasaran, untuk kemudian akan diberi bantuan sembako bagi mereka yang memang membutuhkannya.
“Tentunya, agar bantuan ini tepat sasaran, kami perlu melakukan survey dulu. Sebagaimana kita ketahui, tidak semua masyarakat membutuhkan bantuan. Tapi di sisi lain, juga banyak yang perlu uluran tangan. Oleh karena itu, survey adalah langkah awal yang kami lakukan”. Terang Ana.
Menurut dosen Universitas Widyagama Malang ini, selain bantuan langsung berupa sembako, selanjutnya akan diadakan pendampingan-pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Betul, sebaiknya memang tidak hanya memberikan ikan, tapi lebih tepat juga saat kita memberikan kailnya”. Ungkap Ana, menganalogikan bantuan langsung dan bantuan berupa keahlian, agar masyarakat mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. (*)
Pewarta : Andi Tamam
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR