BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Patereman Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengel...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Patereman Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluh. Sebab, infrastruktur jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapatkan perbaikan.
Berdasarkan laporan kontributor Berita Fajar di Kangean, kondisi jalan rusak sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, hingga kini masih belum pernah mendapatkan pengaspalan jalan. Padahal, jalan sepanjang 2 km yang rusak itu, merupakan akses utama warga setempat.
BACA JUGA :
”Ketika musim penghujan seperti sekarang, kendaraan roda dua tidak bisa dinaiki. Sebab, lumpur yang licin sangat membahayakan terhadap pengendara. Kalau kendaraan roda empat, jelas tidak bisa lewat kalau sudah seperti sekarang,” ujar Tatik Wahyuni, warga setempat kepada Berita Fajar, Sabtu (31/12/2016).
Menurutnya, akibat kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah daerah itu, laju perkembangan ekonomi masyarakat menjadi terhambat. Sebab, ketika akan ke pasar maupun ke lahan pertanian, tidak bisa gerak cepat akibat terhambat jalan rusak dan licin itu.
”Selain ekonomi, akses terhadap pendidikan kesulitan. Siswa tidak bisa dengan mudah melewati jalan tersebut. Jalannya sangat membahayakan, bahkan sering pengendara jatuh. Pokoknya sangat parah mas,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah memberikan perhatian atas kerusakan jalan. Sebab, tidak mungkin masyarakat kepulauan akan berkembang dan maju, jika infrastruktur jalan dibiarkan rusak tanpa perbaikan.
”Kami berharap kepada bupati dan DPRD, untuk meninjau jalan dan memperbaikinya. Kasihan masyarakat,” pungkasnya penuh harap. (*)
Pewarta : Matsuni
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan laporan kontributor Berita Fajar di Kangean, kondisi jalan rusak sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, hingga kini masih belum pernah mendapatkan pengaspalan jalan. Padahal, jalan sepanjang 2 km yang rusak itu, merupakan akses utama warga setempat.
BACA JUGA :
Bosan Menderita, Warga Kangean Kirim Surat Terbuka Buat Presiden
”Ketika musim penghujan seperti sekarang, kendaraan roda dua tidak bisa dinaiki. Sebab, lumpur yang licin sangat membahayakan terhadap pengendara. Kalau kendaraan roda empat, jelas tidak bisa lewat kalau sudah seperti sekarang,” ujar Tatik Wahyuni, warga setempat kepada Berita Fajar, Sabtu (31/12/2016).
Menurutnya, akibat kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah daerah itu, laju perkembangan ekonomi masyarakat menjadi terhambat. Sebab, ketika akan ke pasar maupun ke lahan pertanian, tidak bisa gerak cepat akibat terhambat jalan rusak dan licin itu.
”Selain ekonomi, akses terhadap pendidikan kesulitan. Siswa tidak bisa dengan mudah melewati jalan tersebut. Jalannya sangat membahayakan, bahkan sering pengendara jatuh. Pokoknya sangat parah mas,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah memberikan perhatian atas kerusakan jalan. Sebab, tidak mungkin masyarakat kepulauan akan berkembang dan maju, jika infrastruktur jalan dibiarkan rusak tanpa perbaikan.
”Kami berharap kepada bupati dan DPRD, untuk meninjau jalan dan memperbaikinya. Kasihan masyarakat,” pungkasnya penuh harap. (*)
Pewarta : Matsuni
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR