BERITAFAJAR.co - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin mengancam warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, hingga...
BERITAFAJAR.co - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin mengancam warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, hingga akhir November 2016 ini, sudah lebih dari seribu orang penderita akibat virus dengue.
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar.co, Senin (21/11/2016), angka tersebut relatif sangat tinggi. Sebab, baru masuk musim penghujan sehingga tidak menutup kemungkinan angka penderita penyakit DBD itu akan terus meningkat.
Sesuai dengan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, penderita DBD yang tersebar di berbagai daerah baik daratan maupun kepulauan di Sumenep, mencapai 1024 Penderita. Bahkan, lima diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, salah satu orang tua pasien DBD, Bambang mengatakan, kondisi anaknya Faiq, yang masih berumur 4 tahun masih lemah dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit umum Dr Moh Anwar Sumenep.
”Sebelum dirawat di rumah sakit, awalnya menderita panas tinggi sekitar dua hari. Setelah dibawa ke dokter, ternyata hanya infeksi lambung. Namun karena panasnya tak kunjung turun, akhirnya dilakukan pengecekan kembali di laboratorium. Hasilnya, positif terjangkit penyakit DBD,” imbuhnya.
Bambang berharap, anaknya dapat segera pulih dan kondisi kesehatannya kembali seperti semula.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Dwi Retnani menuturkan, banyaknya penderita DBD menjadi perhatian khusus untuk terus memberikan penyadaran terhadap masyarakat.
”Kami akan terus memberikan penyadaran agar selalu waspada dengan menjaga lingkungan yang bersih serta membasmi tempat yang menjadi sarang nyamuk, sebagai penyebab dari penyakit tersebut,” ujar Dwi Retnani, Senin (21/11/2016).
Dikatakan, dimungkinkan penderita masih akan mengalami peningkatan, mengingat saat ini masih awal musim hujan. Sementara, puncak penderita DBD, biasanya masih akan terjadi pada bulan Desember dan bulan Januari. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar.co, Senin (21/11/2016), angka tersebut relatif sangat tinggi. Sebab, baru masuk musim penghujan sehingga tidak menutup kemungkinan angka penderita penyakit DBD itu akan terus meningkat.
Sesuai dengan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, penderita DBD yang tersebar di berbagai daerah baik daratan maupun kepulauan di Sumenep, mencapai 1024 Penderita. Bahkan, lima diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, salah satu orang tua pasien DBD, Bambang mengatakan, kondisi anaknya Faiq, yang masih berumur 4 tahun masih lemah dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit umum Dr Moh Anwar Sumenep.
”Sebelum dirawat di rumah sakit, awalnya menderita panas tinggi sekitar dua hari. Setelah dibawa ke dokter, ternyata hanya infeksi lambung. Namun karena panasnya tak kunjung turun, akhirnya dilakukan pengecekan kembali di laboratorium. Hasilnya, positif terjangkit penyakit DBD,” imbuhnya.
Bambang berharap, anaknya dapat segera pulih dan kondisi kesehatannya kembali seperti semula.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Dwi Retnani menuturkan, banyaknya penderita DBD menjadi perhatian khusus untuk terus memberikan penyadaran terhadap masyarakat.
”Kami akan terus memberikan penyadaran agar selalu waspada dengan menjaga lingkungan yang bersih serta membasmi tempat yang menjadi sarang nyamuk, sebagai penyebab dari penyakit tersebut,” ujar Dwi Retnani, Senin (21/11/2016).
Dikatakan, dimungkinkan penderita masih akan mengalami peningkatan, mengingat saat ini masih awal musim hujan. Sementara, puncak penderita DBD, biasanya masih akan terjadi pada bulan Desember dan bulan Januari. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR