BERITAFAJAR.co – Peristiwa menyedihkan yang menimpa Suriyanto, 30, warga Desa Keles, yang digigit ular berbisa di Puskesmas Ambunten hingga...
BERITAFAJAR.co – Peristiwa menyedihkan yang menimpa Suriyanto, 30, warga Desa Keles, yang digigit ular berbisa di Puskesmas Ambunten hingga harus mendapatkan perawatan medis, saat menjenguk famililnya di Puskesmas tersebut, membuat geram Kepala Desa Keles Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kepala Desa Keles, Akhmad Hozaini menuding Puskesmas Ambunten, tidak layak dijadikan tempat pengobatan masyarakat. Buktinya, ular telah menggigit Suryanto (30) warga Desa Keles. Padahal, ular biasanya menempati tempat kotor.
BACA JUGA :
Jenguk Pasien Sakit, Pria Ini Malah Digigit Ular di Puskesmas Ambunten
”Setidaknya Puskesmas memberikan kenyamanan bukan memberikan musibah, seperti yang telah menimpa warga saya. Berarti Puskesmas itu kotor dan tidak menjaga kebersihan sehingga ular pun mudah masuk,” ujar Kepala Desa Keles Ambunten, Akhmad Hozaini.
Menurutnya, peristiwa yang tidak perlu terulang lagi itu, kata dia, akibat penerangan kurang dan membiarkan sampah yang bertumpukan di sekitar Puskesmas. Akibatnya, berpotensi terjadi yang tidak diinginkan.
Akibat kejadian itu, semestinya pihak Puskesmas bertanggung jawab terhadap warga yang dikenak musibah di Puskesmas.
"Sudah jelas kejadian berada di Puskesmas. Namun, korban yang berpotensi maut itu harus dipungut biaya, dengan peristiwa tersebut pihak Puskesmas seolah-olah tidak mau tahu" tukasnya Hozaini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Salah satu warga, Suryanto, 30, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, terpaksa harus menjalani peratawan medis di Puskesmas Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur setelah digigit ular berbisa saat bermalam di Puskesmas tersebut. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kepala Desa Keles, Akhmad Hozaini menuding Puskesmas Ambunten, tidak layak dijadikan tempat pengobatan masyarakat. Buktinya, ular telah menggigit Suryanto (30) warga Desa Keles. Padahal, ular biasanya menempati tempat kotor.
BACA JUGA :
Jenguk Pasien Sakit, Pria Ini Malah Digigit Ular di Puskesmas Ambunten
”Setidaknya Puskesmas memberikan kenyamanan bukan memberikan musibah, seperti yang telah menimpa warga saya. Berarti Puskesmas itu kotor dan tidak menjaga kebersihan sehingga ular pun mudah masuk,” ujar Kepala Desa Keles Ambunten, Akhmad Hozaini.
Menurutnya, peristiwa yang tidak perlu terulang lagi itu, kata dia, akibat penerangan kurang dan membiarkan sampah yang bertumpukan di sekitar Puskesmas. Akibatnya, berpotensi terjadi yang tidak diinginkan.
Akibat kejadian itu, semestinya pihak Puskesmas bertanggung jawab terhadap warga yang dikenak musibah di Puskesmas.
"Sudah jelas kejadian berada di Puskesmas. Namun, korban yang berpotensi maut itu harus dipungut biaya, dengan peristiwa tersebut pihak Puskesmas seolah-olah tidak mau tahu" tukasnya Hozaini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Salah satu warga, Suryanto, 30, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, terpaksa harus menjalani peratawan medis di Puskesmas Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur setelah digigit ular berbisa saat bermalam di Puskesmas tersebut. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR