BERITAFAJAR.co – Bajir lebat akibat luapan sungai kemuning kembali rendam ratusan rumah terutama di wilayah kota Kabupaten Sampang, Madura,...
BERITAFAJAR.co – Bajir lebat akibat luapan sungai kemuning kembali rendam ratusan rumah terutama di wilayah kota Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (17/11/2016).
Banjir kiriman dari wilayah pantura Sampang, merupakan peristiwa kesekian kalinya. Kondisi yang cukup memprihatinkan itu, diprediksi terus membesar. Karena kondisi cuaca di Sampang dalam keadaan mendung dan sempat hujan.
Akibat banjir yang belum surut itu, bukan hanya mengganggu terhadap ratusan rumah warga. Aktivitas warga terganggu, kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah pun ikut terganggu. Bahkan, arus lalu lintas menuju Kota Sampang terganggu.
Sebagai jalur alternatif, pengguna jalan ketika akan pergi ke Kabupaten Pamekasan-Bangkalan atau sebaliknya harus melewati jalur alternative, yaitu Jalan Syamsul Arifin, Keluahan Polagan, Kecamatan Sampang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Wisnu Hartono, mengatakan banjir kali ini merendam ratusan rumah warga. Bukan hanya itu, banjir juga menggenangi sejumlah sekolah, akibatnyanya, para siswa diliburkan.
”Banjir menggenangi ratusan hektare sawah. Ada 4 desa dan 2 kelurahan yang direndam banjir kali ini,” katanya.
Sesuai catatan wartawan, ketinggian 50-100 senti meter di Desa Kamoning, Pasean 40-70 senti meter, Panggung 30-60 senti meter, Gunung Maddah bagian barat 50-80 senti meter. Sedangkan untuk kelurahan Dalpenang dan Rong Tengah, ketinggian air saat ini rata-rata 50 sampai 80 senti meter. (*)
Editor : Ibnu Toha
Banjir kiriman dari wilayah pantura Sampang, merupakan peristiwa kesekian kalinya. Kondisi yang cukup memprihatinkan itu, diprediksi terus membesar. Karena kondisi cuaca di Sampang dalam keadaan mendung dan sempat hujan.
Akibat banjir yang belum surut itu, bukan hanya mengganggu terhadap ratusan rumah warga. Aktivitas warga terganggu, kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah pun ikut terganggu. Bahkan, arus lalu lintas menuju Kota Sampang terganggu.
Sebagai jalur alternatif, pengguna jalan ketika akan pergi ke Kabupaten Pamekasan-Bangkalan atau sebaliknya harus melewati jalur alternative, yaitu Jalan Syamsul Arifin, Keluahan Polagan, Kecamatan Sampang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Wisnu Hartono, mengatakan banjir kali ini merendam ratusan rumah warga. Bukan hanya itu, banjir juga menggenangi sejumlah sekolah, akibatnyanya, para siswa diliburkan.
”Banjir menggenangi ratusan hektare sawah. Ada 4 desa dan 2 kelurahan yang direndam banjir kali ini,” katanya.
Sesuai catatan wartawan, ketinggian 50-100 senti meter di Desa Kamoning, Pasean 40-70 senti meter, Panggung 30-60 senti meter, Gunung Maddah bagian barat 50-80 senti meter. Sedangkan untuk kelurahan Dalpenang dan Rong Tengah, ketinggian air saat ini rata-rata 50 sampai 80 senti meter. (*)
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR