BERITAFAJAR.co - Oknum Kepala Desa di Talango diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap peziarah Asta Yusuf Talangoh, Sumenep, Madur...
BERITAFAJAR.co - Oknum Kepala Desa di Talango diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap peziarah Asta Yusuf Talangoh, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Modusnya, lima bulan oknum kepala desa telah menetapkan sebagai perdes, namun beberapa aparatur desa dab BPD setempat tidak mengetahuinya.
"Semestinya untuk menetapkan perdes dimusyawarahkan dengan aparat desa, namun beberapa aparatur bilang tidak tahu" ujar, warga setempat, Moh. Azis, Senin (28/11/2016).
Keanehan juga terlihat di tiket masuk yang tertera bahwa setiap orang yang hendak ziarah kubur ke Asta Yusuf harus membayar 1000, namun kenyataannya tertulis 25ribu hingga 45ribu. Sementara peziarah semakin membludak, jika kalkulasikan setiap harinya akan meraup jutaan uang rupiah dari peziarah.
"Jutaan uang tersebut hanya diperuntukkan oleh oknum kades, semestinya untuk ziarah tidak usah bayar, kalau memang itu perdes semestinya ada kontribusi jelas kepada desa, namun selama ini tidak" ujarnya.
Sementara Kepala Desa Talango, Adnan, menampik terhadap dugaan yang selama ini melakukan pungutan liar trthadap peziarah ke Asta Yusuf.
"Kami itu tidak melakukan pungutan diazta, namun kami melakukan pungutan untuk kontribusi terhadap pelabuhan Talango" kilahnya.
Perlu diketahui pungutan biaya tersebut sudah ditetapkan menjadi perdes, yang telah di syahkan oleh pemkab sumenep, dan dari pungutan biaya tersebut 50 persen diperuntukkan masyarakat setempat.
"Dari pungutan tersebut diperuntukan masyarakat sendiri, seperti ada keluarga yang meninggal atau jalan yang butuh perbaikan, dan sisa 50persen itu untuk yang jaga-jaga disana" tukasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Modusnya, lima bulan oknum kepala desa telah menetapkan sebagai perdes, namun beberapa aparatur desa dab BPD setempat tidak mengetahuinya.
"Semestinya untuk menetapkan perdes dimusyawarahkan dengan aparat desa, namun beberapa aparatur bilang tidak tahu" ujar, warga setempat, Moh. Azis, Senin (28/11/2016).
Keanehan juga terlihat di tiket masuk yang tertera bahwa setiap orang yang hendak ziarah kubur ke Asta Yusuf harus membayar 1000, namun kenyataannya tertulis 25ribu hingga 45ribu. Sementara peziarah semakin membludak, jika kalkulasikan setiap harinya akan meraup jutaan uang rupiah dari peziarah.
"Jutaan uang tersebut hanya diperuntukkan oleh oknum kades, semestinya untuk ziarah tidak usah bayar, kalau memang itu perdes semestinya ada kontribusi jelas kepada desa, namun selama ini tidak" ujarnya.
Sementara Kepala Desa Talango, Adnan, menampik terhadap dugaan yang selama ini melakukan pungutan liar trthadap peziarah ke Asta Yusuf.
"Kami itu tidak melakukan pungutan diazta, namun kami melakukan pungutan untuk kontribusi terhadap pelabuhan Talango" kilahnya.
Perlu diketahui pungutan biaya tersebut sudah ditetapkan menjadi perdes, yang telah di syahkan oleh pemkab sumenep, dan dari pungutan biaya tersebut 50 persen diperuntukkan masyarakat setempat.
"Dari pungutan tersebut diperuntukan masyarakat sendiri, seperti ada keluarga yang meninggal atau jalan yang butuh perbaikan, dan sisa 50persen itu untuk yang jaga-jaga disana" tukasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR