BERITAFAJAR.co - Dituding menjadi provokator penggagalan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an yang akan dibangun di sebelah b...
BERITAFAJAR.co - Dituding menjadi provokator penggagalan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an yang akan dibangun di sebelah barat Water Park Sumekar (WPS). Maka pemilik WPS H. Latif menuntut kepada Yayasan Wadi Mobaroq di Desa Kesengan, Kecamatan Manding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dia mengatakan, selama beberapa hari memang berada di luar kota. Bahkan, tidak memgetahui terkait kedatangan warga yang telah menghentikan pembangunan pondok pesantren tersebut.
"Saya itu, selama beberapa hari berada diluar kota mas, jadi saya tidak tau" ujarnya.
Terkait tudingan Yayasan Wadi Mobaroq kepada Pihak WPS yang dinilai sebagai provokator terhadap aksi penolakan pembangunan Pondok pesantren, dia menegaskan bahwa tudingan tersebut salah.
"tidak apa-apa, saya dimemfitnah seperti itu, tapi yang pasti saya pribadi tidak melakukan seperti tudingan tersebut, siapapun dia kalau bilang langsung kepada saya, saya akan tuntut" tegas Pemilik WPS, H. Latif.
Sementara, Penasehat Yayasan Wadi Mobaroq, KH. Mohammad Taufiqurrahman FM menegaskan bahwa, ratusan warga yang menolak pembangunan pondok pesantren tersebut di provokatori oleh pihak WPS.
"Padahal sebelumnya telah kami telah melakukan musyawarah dengan warga sekitar, dan warga mensetujui tapi sekarang malah warga menolaknya, hal itu karena dibayar oleh pihak water park Sumekar" Tegas, KH. Taufiq, Pengasuh PP. Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Dia mengatakan, selama beberapa hari memang berada di luar kota. Bahkan, tidak memgetahui terkait kedatangan warga yang telah menghentikan pembangunan pondok pesantren tersebut.
"Saya itu, selama beberapa hari berada diluar kota mas, jadi saya tidak tau" ujarnya.
Terkait tudingan Yayasan Wadi Mobaroq kepada Pihak WPS yang dinilai sebagai provokator terhadap aksi penolakan pembangunan Pondok pesantren, dia menegaskan bahwa tudingan tersebut salah.
"tidak apa-apa, saya dimemfitnah seperti itu, tapi yang pasti saya pribadi tidak melakukan seperti tudingan tersebut, siapapun dia kalau bilang langsung kepada saya, saya akan tuntut" tegas Pemilik WPS, H. Latif.
Sementara, Penasehat Yayasan Wadi Mobaroq, KH. Mohammad Taufiqurrahman FM menegaskan bahwa, ratusan warga yang menolak pembangunan pondok pesantren tersebut di provokatori oleh pihak WPS.
"Padahal sebelumnya telah kami telah melakukan musyawarah dengan warga sekitar, dan warga mensetujui tapi sekarang malah warga menolaknya, hal itu karena dibayar oleh pihak water park Sumekar" Tegas, KH. Taufiq, Pengasuh PP. Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR