BERITAFAJAR.co – Kasus Almarhumah Mariyatul Qibtiyah, siswi kelas I di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Sumenep, yang meninggal dunia setela...
BERITAFAJAR.co – Kasus Almarhumah Mariyatul Qibtiyah, siswi kelas I di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Sumenep, yang meninggal dunia setelah menjalani operasi tumor di bagian perut di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih belum menemukan titik terang.
Direktur RSUD Dr Moh Anwar Sumenep, dr Fitril Akbar ketika akan dikonfirmasi masih belum memberikan jawaban pasti, Rabu (19/10/2016), terkesan pihak rumah Sakit ’menghindar’ dari kejaran wartawan yang akan meminta penjelasan soal tersebut. Nomor telepon yang biasa dihubungi, tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim, pun tidak direspons.
Kini, setelah beberapa hari putri pertama pasangan suami istri (pasutri) dari Moh Toha dan Fitriyani sejak wafat pada Jumat (14/10/2016) malam itu, sejumlah kejanggalan dalam kasus yang sampai merengut nyawa pasien itu, terus bermunculan.
Bahkan, kedua orang tua korban semakin tidak terima. Mereka hanya bisa menangis dan menangis meratapi kepergian anak pertamanya yang tidak wajar. Kata-kata dokter bahwa akan dilakukan operasi ulang beberapa saat sebelum wafat, selalu mereka ingat. Seakan kata-kata itu mengindikasikan bahwa ada kesalah operasi pada operasi pertama.
BACA JUGA :
Soal Pasien Siswi SMP Sumenep Tewas Pasca Operasi, Diduga Malapraktik
Diduga Kelalaian Dokter Bedah RSUD, Siswi SMP Wafat Setelah Operasi
Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Sumenep, Ahmad Farid Azziyadi yang mengawal kasus tersebut, menemukan beberapa kejanggalan yang terus terkuak. Salah satunya, dari pihak rumah sakit terutama dr Husnul Ghaib yang menangani korban, menghubungi keluarga korban untuk memberikan hasil laboratorium Surabaya.
”Setelah pasien wafat, mereka mau memberikan hasil laboratorium. Selain itu, beberapa jam sebelum korban menghembuskan nafas terakhir, tim medis rumah sakit mengatakan akan dilakukan operasi ulang. Semua ini semakin aneh dan semakin terlihat ada dugaan malpratik,” tegas mantan aktivis PMII Pamekasan ini.
Sekedar mengingatkan, putri pertama pasangan suami istri dari Moh Toha dan Fitriyani ini menjalani operasi dilakukan pemeriksaan di ruang rawat inap RSUD Sumenep (05/10/2016). Keesokan harinya pada pukul 10.00 WIB, (6/10/2016) dilakukan operasi oleh dokter bedah, dr Husnul Ghaib.
Namun, sekitar satu minggu kemudian, tepatnya pada pada Jumat (14/10/2016) malam, korban meninggal dunia di Rumah Sakit setempat. Sesuai dengan keterangan perawat kepada keluarga korban, terjadi infeksi terhadap korban.
Sesuai dengan keterangan dari pihak keluarga korban, sebelum dilakukan operasi, korban memang terlihat sangat sehat. Langkanya, penyakit korban belum diketahui apakah termasuk tumor ganas atau tidak, tetapi pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan operasi. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Direktur RSUD Dr Moh Anwar Sumenep, dr Fitril Akbar ketika akan dikonfirmasi masih belum memberikan jawaban pasti, Rabu (19/10/2016), terkesan pihak rumah Sakit ’menghindar’ dari kejaran wartawan yang akan meminta penjelasan soal tersebut. Nomor telepon yang biasa dihubungi, tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim, pun tidak direspons.
Kini, setelah beberapa hari putri pertama pasangan suami istri (pasutri) dari Moh Toha dan Fitriyani sejak wafat pada Jumat (14/10/2016) malam itu, sejumlah kejanggalan dalam kasus yang sampai merengut nyawa pasien itu, terus bermunculan.
Bahkan, kedua orang tua korban semakin tidak terima. Mereka hanya bisa menangis dan menangis meratapi kepergian anak pertamanya yang tidak wajar. Kata-kata dokter bahwa akan dilakukan operasi ulang beberapa saat sebelum wafat, selalu mereka ingat. Seakan kata-kata itu mengindikasikan bahwa ada kesalah operasi pada operasi pertama.
BACA JUGA :
Soal Pasien Siswi SMP Sumenep Tewas Pasca Operasi, Diduga Malapraktik
Diduga Kelalaian Dokter Bedah RSUD, Siswi SMP Wafat Setelah Operasi
Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Sumenep, Ahmad Farid Azziyadi yang mengawal kasus tersebut, menemukan beberapa kejanggalan yang terus terkuak. Salah satunya, dari pihak rumah sakit terutama dr Husnul Ghaib yang menangani korban, menghubungi keluarga korban untuk memberikan hasil laboratorium Surabaya.
”Setelah pasien wafat, mereka mau memberikan hasil laboratorium. Selain itu, beberapa jam sebelum korban menghembuskan nafas terakhir, tim medis rumah sakit mengatakan akan dilakukan operasi ulang. Semua ini semakin aneh dan semakin terlihat ada dugaan malpratik,” tegas mantan aktivis PMII Pamekasan ini.
Sekedar mengingatkan, putri pertama pasangan suami istri dari Moh Toha dan Fitriyani ini menjalani operasi dilakukan pemeriksaan di ruang rawat inap RSUD Sumenep (05/10/2016). Keesokan harinya pada pukul 10.00 WIB, (6/10/2016) dilakukan operasi oleh dokter bedah, dr Husnul Ghaib.
Namun, sekitar satu minggu kemudian, tepatnya pada pada Jumat (14/10/2016) malam, korban meninggal dunia di Rumah Sakit setempat. Sesuai dengan keterangan perawat kepada keluarga korban, terjadi infeksi terhadap korban.
Sesuai dengan keterangan dari pihak keluarga korban, sebelum dilakukan operasi, korban memang terlihat sangat sehat. Langkanya, penyakit korban belum diketahui apakah termasuk tumor ganas atau tidak, tetapi pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan operasi. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR