BERITAFAJAR.co - Masa depan bangsa ada di tangan pemuda, begitu pula dengan keberlangsungan agama. Untuk tetap menjaga agar agama Islam sel...
BERITAFAJAR.co - Masa depan bangsa ada di tangan pemuda, begitu pula dengan keberlangsungan agama. Untuk tetap menjaga agar agama Islam selalu menjadi rahmat bagi seluruh ummat maka perlu di perkuat ideologinya sejak dini.
Demikian disampaikan Rais Syuriyah MWC NU Pragaan, Kabupaten Sumenep KH. Zarkasyi Rahim, dalam kegiatan Sekolah Aswaja Gerakan Pemuda Ansor. Oleh karenanya demi menguatkan ideologi pemuda khususnya kader-kader masa depan NU di adakanlah sekolah Aswaja.
KH. Zarkasyi Rahim, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Aswaja tersebut. Dan berharap semua kader NU harus paham apa itu ahlussunnah waljamaah.
"Pemuda NU harus paham Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperjuangkan NU dan Aswaja," kata KH. Zarkosyi Rahim berharap.
Sementara Kapolsek sektor pragaan mengajak Pemuda agar menjadi mitra strategisnya dalam pemberantasan Narkoba.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua PAC GP Ansor Pragaan, dirinya berharap melalui sekolah Aswaja ini pemuda dan kader NU paham akan tantangan zaman ,yakni Islam radikal, teroris, dan juga keutuhan NKRI serta Narkoba.
"Pemuda NU harus paham Aswaja, harus bisa membentengi diri dengan kuat. Karena kedepan tantangan kita sangat besar misalnya gerakan Islam radikal yang semakin mewabah, narkoba serta untuk menjaga keutuhan NKRI" jelas Ketua Ansor Pragaan Moh Qudsi berapi-api.
Pihaknya juga siap berkerjasama dan menjalin mitra strategis dengan pemerintah Kecamatan Pragaan, Polsek , Koramil, dan semua elemen masyarakat dalam rangka menciptakan kehidupan yang harmonis, aman dan tentram.
Sekolah aswaja yang di hadiri 99 pemuda dan kader ansor serta NU itu di hadiri oleh Sahabat Abdul Wasid Sekretaris PC GP Ansor Sumenep sebagai salah satu pemateri. (*)
Pewarta : Suryadi
Editor : Ibnu Toha
Demikian disampaikan Rais Syuriyah MWC NU Pragaan, Kabupaten Sumenep KH. Zarkasyi Rahim, dalam kegiatan Sekolah Aswaja Gerakan Pemuda Ansor. Oleh karenanya demi menguatkan ideologi pemuda khususnya kader-kader masa depan NU di adakanlah sekolah Aswaja.
KH. Zarkasyi Rahim, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Aswaja tersebut. Dan berharap semua kader NU harus paham apa itu ahlussunnah waljamaah.
"Pemuda NU harus paham Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperjuangkan NU dan Aswaja," kata KH. Zarkosyi Rahim berharap.
Sementara Kapolsek sektor pragaan mengajak Pemuda agar menjadi mitra strategisnya dalam pemberantasan Narkoba.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua PAC GP Ansor Pragaan, dirinya berharap melalui sekolah Aswaja ini pemuda dan kader NU paham akan tantangan zaman ,yakni Islam radikal, teroris, dan juga keutuhan NKRI serta Narkoba.
"Pemuda NU harus paham Aswaja, harus bisa membentengi diri dengan kuat. Karena kedepan tantangan kita sangat besar misalnya gerakan Islam radikal yang semakin mewabah, narkoba serta untuk menjaga keutuhan NKRI" jelas Ketua Ansor Pragaan Moh Qudsi berapi-api.
Pihaknya juga siap berkerjasama dan menjalin mitra strategis dengan pemerintah Kecamatan Pragaan, Polsek , Koramil, dan semua elemen masyarakat dalam rangka menciptakan kehidupan yang harmonis, aman dan tentram.
Sekolah aswaja yang di hadiri 99 pemuda dan kader ansor serta NU itu di hadiri oleh Sahabat Abdul Wasid Sekretaris PC GP Ansor Sumenep sebagai salah satu pemateri. (*)
Pewarta : Suryadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR